FWB menjadi pilihan karena lebih mudah untuk mengelola emosi dan tidak ada tanggung jawab besar yang menyertainya.

Namun, meskipun tampaknya menguntungkan, hubungan seperti ini sering kali menimbulkan konflik internal. Di satu sisi, ada kepuasan fisik dan emosional yang didapat, tetapi di sisi lain, ada perasaan kosong atau kebingungan ketika perasaan mulai muncul. Tak jarang, salah satu pihak merasa tersakiti karena ekspektasi yang tidak sejalan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pada akhirnya, FWB di kalangan mahasiswa bisa menjadi sebuah pilihan yang kompleks. Meskipun di luar tampak seperti hubungan yang bebas dan tanpa beban, hubungan ini dapat menimbulkan berbagai dampak psikologis yang mendalam.

Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga komunikasi yang jujur dan memahami konsekuensi yang mungkin muncul dari hubungan semacam ini. Keputusan untuk terlibat dalam FWB harus dilandasi dengan pemahaman yang matang terhadap diri sendiri dan pasangan, serta kemampuan untuk mengelola perasaan dan ekspektasi.

Oleh : Mohammad Luthfillah S.Psi. M.Psi M.Pd Dosen dan praktisi psikologi Universitas Islam Lamongan (Unisla)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2