BERITASIBER.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) Kelompok 4 menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan melalui program pembuatan lubang resapan biopori di Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.
Program yang dilaksanakan bersama Pemerintah Desa Sukorejo ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam upaya mengurangi genangan air saat musim hujan sekaligus mendorong pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kepala desa, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat ikut terjun langsung dalam proses pemasangan biopori di sejumlah titik, terutama di kawasan sekitar lapangan desa yang selama ini menjadi lokasi rawan tergenang ketika curah hujan meningkat.
Koordinator Mahasiswa KKN UNISLA Kelompok 4, M. Farid Ali Mahmudi, mengatakan program biopori dipilih karena memiliki manfaat yang nyata dan dapat diterapkan secara mudah oleh masyarakat. Selain membantu meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan, teknologi sederhana ini juga mampu mengolah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.
“Melalui program ini kami ingin memberikan contoh bahwa menjaga lingkungan tidak harus dimulai dengan teknologi yang rumit atau biaya yang besar. Biopori merupakan solusi sederhana yang dapat dibuat secara mandiri oleh masyarakat dan memiliki manfaat jangka panjang,” ujar Farid.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan pipa PVC berdiameter empat inci yang telah diberi lubang-lubang kecil pada seluruh sisinya. Pipa kemudian ditanam secara vertikal ke dalam tanah di titik-titik yang berpotensi mengalami genangan air. Setelah terpasang, bagian dalam pipa diisi dengan sampah organik seperti daun kering, rumput, dan sisa tanaman sebelum akhirnya ditutup.
Sistem tersebut memungkinkan air hujan lebih cepat meresap ke dalam tanah melalui lubang-lubang pada pipa. Pada saat yang sama, sampah organik yang berada di dalamnya akan mengalami proses dekomposisi alami hingga berubah menjadi kompos yang dapat memperbaiki struktur tanah dan menambah kandungan unsur hara bagi tanaman di sekitarnya.
Kepala Desa Sukorejo, Suminto, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNISLA yang dinilai mampu menghadirkan solusi praktis terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat desa. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa menjadi langkah positif dalam menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.





