LAMONGAN — Polsek Sarirejo, Polres Lamongan, mengintensifkan patroli dialogis sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), khususnya mengantisipasi tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (18/8/2026) mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai dengan menyasar warga masyarakat di wilayah hukum Polsek Sarirejo.
Kapolsek Sarirejo IPTU Moch. Sokep, S.H., mengatakan patroli dialogis menjadi salah satu upaya kepolisian untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus menyampaikan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan warga dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas.
“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, terutama dalam menjaga kendaraan. Pastikan kendaraan diparkir di tempat yang aman, dikunci dengan baik, dan bila memungkinkan menggunakan kunci ganda sebagai langkah antisipasi,” ujar IPTU Moch. Sokep.
Dalam kegiatan tersebut, dua personel Polsek Sarirejo turun langsung menyambangi masyarakat. Petugas tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga berdialog secara humanis dengan warga untuk menggali informasi mengenai kondisi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Patroli dialogis dilakukan sebagai bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat. Melalui komunikasi secara langsung, petugas dapat menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus mengingatkan warga agar tidak lengah terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut adalah pencegahan curanmor. Kendaraan bermotor yang diparkir tanpa pengamanan memadai dapat menjadi sasaran pelaku kejahatan. Karena itu, masyarakat diminta membiasakan diri melakukan pengecekan sebelum meninggalkan kendaraan, termasuk memastikan kunci kontak telah dicabut dan kendaraan sudah terkunci dengan benar.
Petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan kendaraan di lokasi yang sepi atau minim pengawasan. Jika memungkinkan, kendaraan hendaknya ditempatkan di area yang mudah terlihat dan memiliki penerangan cukup, terutama ketika ditinggalkan dalam waktu lama.
IPTU Moch. Sokep menegaskan bahwa upaya pencegahan kejahatan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kepedulian masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Apabila warga melihat orang atau aktivitas yang mencurigakan, segera informasikan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” jelasnya.





