BERITASIBER.COM – Universitas Billfath Lamongan resmi melepas ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Digitalisasi Desa Tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung percepatan pembangunan berbasis teknologi di kawasan perdesaan.
1Program pengabdian masyarakat tersebut dipusatkan di Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Kamis (30/7/2026), dengan melibatkan sepuluh desa sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
Mengusung tema Digitalisasi Desa, program ini menjadi langkah strategis Universitas Billfath dalam mengintegrasikan tridarma perguruan tinggi melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan pemerintah desa.
Ratusan mahasiswa diterjunkan untuk mendampingi masyarakat dalam mengembangkan berbagai program berbasis teknologi informasi, mulai dari penguatan literasi digital, optimalisasi pelayanan administrasi desa, hingga pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata desa melalui platform digital.
Kegiatan pelepasan berlangsung di Kantor Kecamatan Sambeng dan dihadiri Camat Sambeng Syam Teguh Wahono, S.H., M.H., Kapolsek Sambeng, perwakilan Koramil, serta jajaran pimpinan Universitas Billfath. Hadir mewakili universitas, Wakil Rektor I Kriesna Kharisma P., M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Nur Ilahin, M.Pd., Wakil Rektor III Ali Fuad Hasyim, S.H., M.H., Ketua Panitia KKN, para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Turut hadir pula para kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat desa dari sepuluh desa yang menjadi lokasi pengabdian. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Universitas Billfath Kriesna Kharisma P., M.Pd., menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa telah memperoleh bekal teori selama enam semester di bangku kuliah sehingga kini saatnya menerapkan ilmu tersebut untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.
“Kuliah Kerja Nyata tidak hanya untuk menyelesaikan mata kuliah. Kegiatan ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat dari dosen dan mahasiswa. Mahasiswa sudah belajar teori sesuai keilmuan masing-masing dari semester satu hingga semester enam. Waktunya Anda mengimplementasikan teori tersebut untuk menyelesaikan permasalahan di desa,” ujar Kriesna.
Ia berharap seluruh peserta mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Program kerja yang disusun diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi desa.
Tema digitalisasi desa dipilih karena dinilai selaras dengan kebutuhan pemerintah desa dalam menghadapi perkembangan teknologi. Melalui pendampingan mahasiswa, desa diharapkan semakin siap memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi pemerintahan, promosi potensi lokal, hingga pemberdayaan pelaku UMKM.





