BERITASIBER.COM — Perguruan tinggi kembali membuktikan peran strategisnya dalam mengakselerasi pembangunan di tingkat pedesaan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) tahun 2026 resmi menutup masa pengabdian mereka dengan mempersembahkan karya inovatif bagi Pemerintah Desa Banjargondang, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan. Penyerahan program unggulan tersebut berlangsung khidmat di Balai Desa Banjargondang pada Sabtu (8/8/2026).
Dalam momentum penutupan KKN tersebut, para mahasiswa menghibahkan dua program utama yang langsung menyasar kebutuhan birokrasi dan sektor ekonomi warga. Kedua karya inovatif itu meliputi aplikasi SISuratDes (Sistem Informasi Surat Desa) guna modernisasi administrasi pemerintahan, serta Edu-Katalog Desa Banjargondang yang berfokus pada pendokumentasian potensi pertanian lokal, khususnya komoditas tembakau.
Optimalisasi Layanan Publik Lewat SISuratDes
Koordinator Desa Kelompok KKN Banjargondang, Ana Syauki Firdaus, menjelaskan bahwa aplikasi SISuratDes dikembangkan sebagai jawaban atas tantangan birokrasi konvensional yang kerap memakan waktu. Di era digital saat ini, kecepatan dan efisiensi pelayanan administrasi merupakan prioritas utama yang harus dimiliki oleh setiap pemerintah desa.
“Sistem ini dirancang agar perangkat desa dapat membuat, mengelola, serta mengarsipkan surat-menyurat secara jauh lebih praktis, terstruktur, dan efisien. Dengan adanya sistem digital ini, proses pelayanan publik kepada masyarakat dapat dipercepat dan diminimalisir dari berbagai kendala administratif,” ungkap Ana Syauki di hadapan jajaran aparatur desa.
Melalui aplikasi tersebut, pengelolaan data kependudukan dan pembuatan dokumen surat keterangan kini dapat diakses dan diproses secara lebih terintegrasi. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak indeks kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik di Kantor Desa Banjargondang.
Edu-Katalog: Merawat Kejayaan Komoditas Tembakau Lokal
Selain menyentuh ranah digitalisasi birokrasi, kelompok mahasiswa KKN UNISDA 2026 juga memberikan perhatian serius terhadap sektor penggerak utama ekonomi warga, yakni agrikultur. Mereka meluncurkan sebuah majalah informasi tematik bertajuk Edu-Katalog Desa Banjargondang. Media informasi ini secara khusus merangkum dan mendokumentasikan kekayaan sektor pertanian lokal, terutamanya tanaman tembakau yang telah lama menjadi ikon kebanggaan masyarakat setempat.





