Porsi yang disajikan juga cukup mengenyangkan. Bahkan untuk ukuran sedang, seporsi mie kangkung dapat menjadi santapan yang cukup untuk mengisi perut.

Kaldu Racikan Keluarga Sejak 2002

Salah satu hal yang menjadi pembeda Mie Kangkung Kite adalah penggunaan kuah tanpa tambahan tepung sebagai bahan pengental. Kuah dibuat relatif bening, tetapi tetap memiliki cita rasa kaldu yang kuat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rico menjelaskan, rasa gurih dan manis alami berasal dari proses pengolahan daging ayam dan ebi yang sebelumnya dimarinasi kemudian dimasak selama sekitar empat jam. Proses tersebut menghasilkan kaldu yang kaya rasa.

Dalam proses penyajiannya tetap digunakan gula merah, garam, dan kecap, tetapi ketiganya tidak dibuat terlalu dominan. Penggunaan ebi berkualitas juga menjadi salah satu kunci untuk menghasilkan kuah yang tidak beraroma amis.

Resep tersebut berasal dari dapur keluarga Stefanus, yang merupakan salah satu co-owner Mie Kangkung Kite. Sang ibu telah membuat dan menjual mie kangkung secara rumahan di kawasan Sunter, Jakarta Utara, sejak 2002.

Resep keluarga yang telah bertahan lebih dari 20 tahun tersebut kemudian dibawa ke Mie Kangkung Kite sebagai menu utama.

Perhatikan Kualitas Bahan

Selain mempertahankan cita rasa, pengelola juga mengaku memperhatikan kualitas bahan yang digunakan. Mie kuning, misalnya, dibuat tanpa tambahan air abu yang umumnya digunakan untuk memberikan tekstur kenyal pada mi.

Sayuran juga dipilih dengan cermat, terutama kangkung. Penggunaan kangkung berkualitas bertujuan agar sayuran tetap terlihat hijau segar dan tidak alot setelah dimasak.

Porsi yang melimpah menjadi salah satu karakter yang ingin ditonjolkan. Namun, penggunaan bahan berkualitas dan jumlah bahan yang cukup banyak membuat harga mie kangkung berada di kelas premium.

Untuk seporsi mie kangkung ukuran sedang, pengunjung perlu membayar Rp45.000, sedangkan ukuran gede dibanderol Rp55.000.

Bagi pengunjung yang sekadar ingin menikmati camilan, tersedia sejumlah menu pendamping seperti siomai dan bakpao. Pilihannya antara lain isian daging ayam cincang dan kacang hijau. Harganya berkisar Rp10.000 hingga Rp12.500 per buah.

Sementara untuk minuman tersedia pilihan teh hingga soda dengan harga sekitar Rp10.000 sampai Rp20.000 per gelas.

Ramai hingga Ratusan Porsi per Hari

Mie Kangkung Kite buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.30 WIB. Popularitasnya terlihat dari jumlah penjualan harian yang terus bergerak.

Pada hari kerja, kedai tersebut dapat menjual sekitar 100 hingga 150 porsi mie kangkung per hari. Jumlah tersebut meningkat pada akhir pekan, ketika penjualan dapat mencapai sekitar 150 hingga 200 porsi sehari.

Bagi pencinta kuliner tradisional yang sedang mengeksplorasi kawasan Blok M, Mie Kangkung Kite dapat menjadi salah satu pilihan untuk mencicipi sajian yang menggabungkan resep keluarga, cita rasa lokal, dan konsep kedai bernuansa Betawi tempo dulu.

Mie Kangkung Kite
Jl. Melawai 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jam operasional: 10.00–21.30 WIB
Telepon: 0851-1977-6885
Harga mie kangkung: Rp45.000–Rp55.000 per porsi

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2