BERITASIBER.COM — Buah-buahan tidak hanya dikenal sebagai sumber vitamin dan mineral, tetapi juga menjadi bagian dari berbagai tradisi pangan masyarakat sejak dahulu. Menariknya, sejumlah jenis buah disebut dalam Al-Qur’an, baik dalam konteks kehidupan manusia maupun sebagai gambaran kenikmatan yang diberikan di surga.

Beberapa di antaranya adalah kurma, delima, zaitun, buah tin, anggur, dan pisang. Keenam buah tersebut hingga kini masih mudah ditemukan dan dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Dari perspektif ilmu gizi, masing-masing memiliki kandungan nutrisi yang berbeda, mulai dari serat, vitamin, mineral hingga senyawa antioksidan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penyebutan buah dalam Al-Qur’an tentu memiliki konteks keagamaan dan tidak dapat disamakan dengan penjelasan ilmiah mengenai manfaat makanan. Sementara itu, kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan buah dapat dipahami berdasarkan kajian ilmu gizi.

Berikut enam buah yang disebut dalam Al-Qur’an beserta kandungan gizinya.

1. Kurma, Buah yang Banyak Disebut dalam Al-Qur’an

Kurma merupakan salah satu buah yang cukup sering disebut dalam Al-Qur’an. Buah ini antara lain disebut dalam Surah Al-Mu’minun ayat 19-20 bersama dengan anggur.

Kurma dikenal sebagai sumber energi karena mengandung karbohidrat alami. Selain itu, buah ini juga menyediakan serat, mineral, dan berbagai senyawa tanaman.

Kurma mengandung beberapa kelompok antioksidan, termasuk flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang dapat membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif.

Meski demikian, kurma memiliki rasa manis dan kandungan gula alami yang cukup tinggi. Karena itu, konsumsi dalam jumlah wajar tetap penting, khususnya bagi orang yang sedang mengatur asupan gula.

2. Delima, Kaya Vitamin C dan Polifenol

Delima disebut secara jelas dalam Surah Ar-Rahman ayat 68. Ayat tersebut menyebut kurma dan delima sebagai bagian dari buah-buahan yang terdapat di dalam kedua surga.

Dari sisi nutrisi, delima mengandung vitamin C, serat, serta berbagai senyawa polifenol. Senyawa bioaktif pada delima menjadi salah satu alasan buah ini banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan.

Vitamin C sendiri memiliki sejumlah fungsi penting bagi tubuh, termasuk membantu pembentukan kolagen dan mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Sementara itu, kandungan polifenol berperan sebagai senyawa dengan aktivitas antioksidan.

Delima dapat dikonsumsi sebagai buah utuh maupun ditambahkan ke berbagai hidangan.

3. Zaitun, Sumber Lemak Tak Jenuh

Zaitun disebut dalam beberapa ayat Al-Qur’an, salah satunya Surah Al-Mu’minun ayat 20. Ayat tersebut menggambarkan pohon yang tumbuh di kawasan Gunung Sinai dan menghasilkan minyak yang dapat digunakan sebagai bahan pangan.

Zaitun memiliki karakteristik berbeda dari buah pada umumnya karena mengandung lemak dalam jumlah cukup tinggi. Sebagian besar lemak tersebut berupa lemak tak jenuh.

Selain itu, zaitun mengandung polifenol dan senyawa bioaktif lainnya. Minyak zaitun extra virgin juga dikenal sebagai salah satu sumber lemak yang digunakan dalam pola makan Mediterania.

Penggunaan minyak zaitun dapat menjadi pilihan dalam pola makan sehat apabila menggantikan sumber lemak yang tinggi lemak jenuh, bukan sekadar menambah jumlah lemak dalam makanan.

4. Buah Tin, Kaya Serat

Buah tin atau ara memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi nama salah satu surah dalam Al-Qur’an, yaitu Surah At-Tin. Ayat pertama surah tersebut menyebut buah tin dan zaitun.

Dari perspektif gizi, buah tin merupakan sumber serat. Buah ini juga mengandung mineral seperti kalium, magnesium, dan kalsium dalam jumlah tertentu.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2