LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Sarirejo Polres Lamongan menggelar Patroli Blue Light untuk mengantisipasi tindak kriminalitas dan berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Senin (21/9/2026) malam.
Patroli yang dimulai sekitar pukul 23.10 WIB tersebut menyasar Jalan Raya Desa Gempoltukmloko serta sejumlah titik yang dinilai memerlukan pemantauan di wilayah hukum Polsek Sarirejo.
Kapolsek Sarirejo IPTU Moch. Sokep, S.H. mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk menjaga situasi keamanan pada malam hari. Selain mengantisipasi tindak kejahatan, patroli diarahkan untuk mencegah potensi gesekan antarperguruan silat yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
“Patroli Blue Light merupakan salah satu upaya preventif kami untuk menjaga wilayah Kecamatan Sarirejo tetap aman dan kondusif. Anggota kami arahkan melakukan pemantauan di titik-titik rawan kriminalitas sekaligus mengantisipasi potensi gesekan antarperguruan silat,” ujar IPTU Moch. Sokep.
Dalam kegiatan tersebut, dua personel jaga Polsek Sarirejo diterjunkan untuk menyusuri sejumlah ruas jalan. Petugas tidak hanya melakukan patroli secara mobile, tetapi juga berhenti dan melakukan pemantauan pada lokasi tertentu yang dinilai membutuhkan kehadiran polisi.
Jalan Raya Desa Gempoltukmloko menjadi salah satu sasaran kegiatan. Petugas memantau situasi jalan, termasuk kawasan yang minim penerangan dan ruas jalan yang mengalami kerusakan. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai kerawanan yang dapat muncul ketika aktivitas masyarakat mulai berkurang pada malam hari.
Selain itu, personel melakukan pendekatan dan komunikasi dengan masyarakat, termasuk pemuda serta tokoh masyarakat yang masih berada di luar rumah. Warga yang masih bergerombol hingga larut malam diberikan imbauan kamtibmas secara persuasif dan diminta segera kembali ke rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
Menurut Kapolsek, pendekatan dialogis menjadi bagian penting dari kegiatan patroli. Komunikasi secara langsung memungkinkan petugas menyampaikan pesan keamanan sekaligus membangun partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman.
“Kami mengedepankan langkah persuasif dan humanis. Anggota berdialog dengan masyarakat serta mengingatkan para pemuda yang masih berkumpul agar bersama-sama menjaga ketertiban dan tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu gangguan kamtibmas,” jelasnya.





