JAKARTA — Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak dinilai tidak cukup hanya dengan melakukan pemeriksaan dan mencatat hasilnya. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mendorong agar setiap temuan dari pemeriksaan kesehatan diikuti edukasi serta langkah penanganan yang tepat, sehingga manfaat program dapat dirasakan anak secara berkelanjutan.

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan, hasil pemeriksaan CKG harus menjadi dasar untuk meningkatkan pemahaman anak dan keluarga mengenai kondisi kesehatan sekaligus menentukan langkah yang perlu dilakukan setelah pemeriksaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami mendorong kolaborasi agar pemeriksaan kesehatan anak memberikan manfaat berkelanjutan dan tidak berhenti pada pemeriksaan semata. Langkah ini penting untuk memastikan hasil pemeriksaan ditindaklanjuti melalui edukasi kesehatan yang tepat bagi anak,” ujar Arifah dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Arifah, keterlibatan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan hasil CKG tidak berhenti sebagai data pemeriksaan. Untuk itu, Kementerian PPPA akan mengoptimalkan peran Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) yang berada di berbagai daerah.

PUSPAGA akan didorong untuk memperkuat literasi kesehatan keluarga, termasuk mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, pemenuhan gizi seimbang, serta penerapan pola pengasuhan positif yang mengedepankan hak dan kepentingan terbaik bagi anak.

Selain keluarga, Arifah menilai anak juga perlu ditempatkan sebagai bagian aktif dalam upaya meningkatkan kesadaran kesehatan. Kementerian PPPA mendorong keterlibatan Forum Anak mulai dari tingkat nasional hingga desa dan kelurahan untuk menyebarluaskan informasi kesehatan kepada teman sebaya.

Forum Anak dapat mengambil peran sebagai pelapor dan pelopor (2P), sekaligus menjadi pendidik sebaya yang membantu menyampaikan informasi mengenai pentingnya mengikuti CKG serta memahami hasil pemeriksaan.

“Program CKG diharapkan mendengarkan dan mengakomodasi suara anak sebagai penerima manfaat dalam pelaksanaan layanan kesehatan. Pandangan anak dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan CKG ke depan,” kata Arifah.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2