BERITASIBER.COM – Musim kemarau mulai memberikan dampak serius terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 741 kepala keluarga (KK) di tiga kecamatan mengalami krisis air bersih akibat berkurangnya sumber air selama periode tanpa hujan.

Tiga wilayah yang terdampak kekeringan tersebut meliputi Kecamatan Sarirejo, Ngimbang, dan Bluluk. Kondisi ini terjadi setelah hujan tidak turun dalam periode musim kemarau sehingga sejumlah sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat mengalami penurunan debit.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kekeringan menyebabkan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih mulai terganggu.

“Kekeringan melanda tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sarirejo, Ngimbang, dan Bluluk. Ketiadaan hujan selama musim kemarau telah mengakibatkan berkurangnya sumber air bersih sebagai kebutuhan pokok warga,” ujar Abdul dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (8/8/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan bersama sejumlah pihak terkait telah melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak.

Sebanyak 40 ribu liter air bersih disalurkan ke tiga lokasi yang mengalami krisis air. Distribusi tersebut dilakukan pada Rabu (5/8/2026) sebagai langkah tanggap darurat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Penyaluran air bersih menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar selama kondisi kekeringan berlangsung.

BNPB mengingatkan potensi kekeringan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah selama musim kemarau. Karena itu, masyarakat yang tinggal di daerah rawan kekeringan diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah antisipasi sejak dini.

Masyarakat diimbau menggunakan air bersih secara bijak dengan memprioritaskan kebutuhan yang bersifat penting. Penghematan diperlukan agar persediaan air yang masih tersedia dapat dimanfaatkan selama mungkin, terutama apabila hujan belum turun dan sumber air terus mengalami penyusutan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2