LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Lamongan Kota Polres Lamongan meningkatkan patroli keamanan di sejumlah toko emas menjelang pelaksanaan salat Jumat (18/9/2026).
Patroli dialogis tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya tindak kejahatan 3C yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Kapolsek Lamongan Kota Kompol Beni Ulang Setiawan, S.Pd., M.A.P. mengatakan, patroli menyasar toko emas sebagai salah satu objek yang membutuhkan perhatian pengamanan, terutama pada waktu menjelang salat Jumat. Selain melakukan pemantauan situasi, petugas berdialog dengan pemilik maupun pengelola toko untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Kami juga mengimbau pemilik toko emas agar meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan keamanan tempat usahanya, khususnya menjelang pelaksanaan salat Jumat,” kata Kompol Beni.
Kegiatan patroli dilaksanakan mulai pukul 11.00 WIB dengan menyasar sejumlah toko emas di wilayah hukum Polsek Lamongan Kota. Lokasi yang didatangi petugas meliputi Toko Emas Prayogi, Toko Emas Gadjah, Toko Emas Wahyu Redjo, dan Toko Emas Eka Dwi.
Dalam patroli tersebut, petugas memberikan arahan kepada pemilik maupun pengelola toko emas agar mempertimbangkan menutup sementara aktivitas toko saat pelaksanaan salat Jumat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi tindak kriminal ketika aktivitas masyarakat beralih ke tempat ibadah.
Kompol Beni menjelaskan, pendekatan dialogis menjadi bagian penting dalam kegiatan patroli. Polisi tidak hanya hadir melakukan pengawasan, tetapi juga mengajak pelaku usaha berperan aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
“Kami mengedepankan upaya pencegahan melalui patroli dan komunikasi langsung dengan masyarakat. Keamanan bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelaku usaha,” ujarnya.





