BERITASIBER.COM — Kesehatan saluran pencernaan semakin mendapat perhatian karena memiliki kaitan dengan berbagai fungsi penting dalam tubuh. Salah satu cara yang banyak dibahas untuk mendukung kesehatan usus adalah menjaga keseimbangan mikrobioma melalui pola makan, termasuk mengonsumsi makanan fermentasi.
Ahli bedah jantung sekaligus pakar kesehatan usus Steven Gundry menilai makanan fermentasi dapat menjadi bagian penting dalam pola makan sehari-hari. Menurutnya, makanan tersebut berpotensi mendukung keberadaan mikroorganisme di dalam saluran pencernaan yang berperan dalam proses pencernaan, metabolisme, sistem kekebalan tubuh, hingga pengaturan peradangan.
Gundry mengatakan dirinya lebih memilih memperhatikan pola makan dibandingkan hanya mengandalkan konsumsi suplemen. Ia menyebut makanan fermentasi sebagai salah satu pilihan yang rutin dikonsumsi untuk mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
“Makanan fermentasi membantu mendukung triliunan mikroba di usus yang memengaruhi pencernaan, sistem imun, metabolisme, dan peradangan,” ujar Gundry seperti dikutip dari CNBC Make It. Sabtu (8/8/2026).
Mikrobioma usus sendiri merupakan kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan. Komposisinya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola makan, gaya hidup, usia, penggunaan obat tertentu, dan kondisi kesehatan seseorang.
Berikut lima makanan dan minuman fermentasi yang menjadi pilihan Gundry.
1. Kimchi
Kimchi menjadi salah satu makanan fermentasi yang paling direkomendasikan Gundry. Makanan khas Korea ini umumnya dibuat dari sayuran seperti sawi dan lobak yang difermentasi bersama berbagai bumbu.
Menurut Gundry, sayuran fermentasi seperti kimchi dan sauerkraut menjadi pilihan yang menarik karena proses fermentasinya menghasilkan mikroorganisme serta berbagai senyawa yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan.
“Jika harus memilih satu makanan fermentasi paling kuat, saya akan memilih sayuran fermentasi, terutama sauerkraut dan kimchi,” katanya.
Gundry menyarankan konsumen memperhatikan produk yang belum dipasteurisasi dan biasanya disimpan dalam lemari pendingin karena proses tersebut berpotensi mempertahankan mikroorganisme hidup. Namun, produk kemasan yang telah melalui proses pengolahan tetap dapat menjadi pilihan, dengan memperhatikan informasi pada label.
2. Kopi
Kopi juga menjadi salah satu minuman yang disoroti Gundry. Menurut dia, proses pengolahan biji kopi melibatkan tahapan fermentasi yang dapat memengaruhi rasa maupun komposisi senyawa di dalamnya.
Ia secara khusus menyarankan kopi dengan tingkat sangrai ringan atau light roast. Menurutnya, jenis tersebut memiliki kandungan polifenol yang lebih tinggi.
Polifenol merupakan kelompok senyawa yang ditemukan secara alami pada berbagai tanaman. Senyawa tersebut juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung keberagaman mikroorganisme di dalam usus.
Gundry memilih menggunakan susu berbasis tumbuhan seperti susu walnut atau hazelnut dibandingkan susu sapi ketika menikmati kopi. Namun, pilihan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan kondisi kesehatan masing-masing orang.
3. Teh
Selain kopi, teh juga disebut Gundry sebagai bagian dari minuman yang berkaitan dengan proses fermentasi dalam pengolahannya. Teh mengandung berbagai senyawa tanaman, termasuk polifenol, yang menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai kesehatan usus.
Kandungan tersebut dapat menjadi sumber senyawa yang berinteraksi dengan mikroorganisme dalam saluran pencernaan. Namun, manfaat minum teh tetap bergantung pada jenis, jumlah, serta bahan tambahan yang digunakan.
Teh yang dikonsumsi dengan tambahan gula dalam jumlah tinggi tentu perlu diperhitungkan dalam keseluruhan pola makan. Karena itu, pilihan teh tanpa atau dengan sedikit tambahan gula dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang ingin menjaga asupan gula harian.
4. Kombucha
Kombucha merupakan minuman fermentasi yang semakin populer. Minuman ini dibuat melalui fermentasi teh dengan bantuan kultur mikroorganisme tertentu.





