Gundry menyarankan masyarakat lebih cermat ketika memilih produk kombucha yang dijual di pasaran. Pasalnya, sebagian produk dapat mengandung gula cukup tinggi sehingga manfaat sebagai minuman fermentasi perlu dipertimbangkan bersama kandungan gulanya.
“Pilih yang gulanya rendah, di bawah lima gram,” ujarnya.
Konsumen sebaiknya membaca label nutrisi sebelum membeli kombucha. Produk dengan tambahan gula tinggi dapat meningkatkan asupan gula harian, terutama apabila dikonsumsi secara rutin.
5. Kefir dan Yogurt
Pilihan berikutnya adalah kefir dan yogurt. Keduanya merupakan produk fermentasi yang populer dan dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
Gundry menyebut kefir memiliki keragaman mikroorganisme yang berbeda dibandingkan yogurt. Produk tersebut dapat mengandung bakteri dan ragi yang berasal dari kultur fermentasi.
Untuk yogurt, Gundry lebih memilih produk berbahan dasar susu kambing atau domba yang tidak diberi tambahan gula dibandingkan yogurt dengan kandungan gula tinggi.
Namun, pilihan antara kefir, yogurt, maupun produk fermentasi lainnya tetap perlu disesuaikan dengan toleransi tubuh. Sebagian orang mungkin mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi produk susu atau makanan fermentasi tertentu.
Jangan Berlebihan
Meskipun makanan fermentasi berpotensi menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan usus, masyarakat tidak perlu menganggapnya sebagai satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan pencernaan.
Kesehatan usus dipengaruhi banyak faktor. Pola makan seimbang dengan konsumsi sayuran, buah, sumber protein, biji-bijian, serta asupan serat yang cukup tetap menjadi bagian penting dari pola hidup sehat.
Selain itu, aktivitas fisik, kualitas tidur, pengelolaan stres, dan penggunaan obat secara tepat juga dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.
Masyarakat yang baru mulai mengonsumsi makanan fermentasi sebaiknya memperkenalkannya secara bertahap. Konsumsi dalam jumlah besar secara tiba-tiba dapat menyebabkan kembung atau perubahan pola buang air pada sebagian orang.
Perlu pula diperhatikan bahwa tidak semua produk yang berlabel “fermentasi” memiliki kandungan mikroorganisme hidup dalam jumlah yang sama. Proses pasteurisasi, penyimpanan, pemrosesan, serta bahan tambahan dapat memengaruhi karakteristik produk.
Karena itu, masyarakat dianjurkan membaca label dan memilih produk sesuai kebutuhan.
Gundry juga menekankan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum melakukan perubahan besar pada pola makan, terutama bagi orang yang memiliki kondisi medis tertentu, alergi makanan, intoleransi, atau sedang menjalani diet khusus.
Pada akhirnya, kimchi, kopi, teh, kombucha, kefir, dan yogurt dapat menjadi pilihan untuk memperkaya variasi makanan dan minuman dalam pola makan sehari-hari. Namun, manfaatnya sebaiknya dipahami sebagai bagian dari keseluruhan gaya hidup sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan atau jaminan untuk mencegah penyakit.
Menjaga kesehatan usus pada dasarnya membutuhkan pendekatan menyeluruh. Dengan pola makan beragam dan seimbang, konsumsi makanan fermentasi secara wajar, serta kebiasaan hidup sehat lainnya, masyarakat dapat mendukung kesehatan pencernaan sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.





