JAKARTA — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menyiapkan sejumlah situs bersejarah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk ditata dan didorong menjadi bagian dari Cagar Budaya Nasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelestarian warisan sejarah sekaligus mengembangkan potensi kebudayaan di daerah.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, Kabupaten Bogor memiliki kekayaan peninggalan sejarah yang cukup besar dan perlu mendapatkan perhatian serius. Pemerintah tidak hanya berupaya menjaga situs yang telah dikenal masyarakat, tetapi juga melakukan revitalisasi dan penataan terhadap sejumlah lokasi yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
Menurut dia, sejumlah situs di wilayah tersebut tengah masuk dalam perhatian Kemenbud untuk dikembangkan dan dilindungi secara lebih optimal.
“Kita sedang merevitalisasi beberapa situs di Kabupaten Bogor, kita baru angkat itu Batu Cianten dan kita buat museum. Nanti kita tata beberapa situs-situs warisan budaya dunia dan kita akan tingkatkan menjadi Cagar Budaya Nasional,” kata Fadli dalam keterangan pers, Jumat (14/8/2026).
Beberapa situs yang disebut menjadi perhatian pemerintah antara lain Situs Ciaruteun, Kebon Kopi 1, Kebon Kopi 2, serta Prasasti Jambu. Kemenbud juga mencermati sejumlah temuan baru yang berada di kawasan Arca Domas.
Upaya pelestarian juga menghadapi tantangan tersendiri pada Situs Kebon Kopi 2. Fadli mengatakan prasasti di situs tersebut telah hilang sehingga pemerintah berencana membuat replika sebagai bagian dari upaya menghadirkan kembali informasi mengenai peninggalan sejarah tersebut kepada masyarakat.
Menurut Fadli, keberadaan berbagai situs bersejarah itu tidak hanya memiliki nilai penting dari sisi pelestarian. Warisan budaya tersebut juga dapat menjadi modal untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor.
Ia melihat daerah tersebut memiliki peluang untuk mengembangkan berbagai jenis wisata, mulai dari wisata budaya, sejarah, religi, kuliner hingga wisata alam. Karena itu, Kemenbud membuka ruang kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengembangkan potensi tersebut secara berkelanjutan.
“Terutama yang wisata budaya, wisata sejarah, wisata religi. Kita tentu di Kementerian Kebudayaan akan bekerja sama,” ujar Fadli.





