LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Kembangbahu, Polres Lamongan, melakukan pemetaan sejumlah kegiatan masyarakat yang dijadwalkan berlangsung di wilayah Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Rabu (23/9/2026).
Agenda tersebut meliputi latihan sejumlah perguruan silat hingga empat kegiatan hajatan dan hiburan masyarakat yang diperkirakan menghadirkan ratusan orang.
Kapolsek Kembangbahu IPTU Sono, S.H. mengatakan, pendataan agenda masyarakat dilakukan sebagai bagian dari langkah kepolisian dalam memetakan potensi kerawanan sekaligus mempersiapkan langkah antisipasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pemantauan dilakukan terhadap kegiatan yang berpotensi menghadirkan banyak orang maupun aktivitas perguruan silat di sejumlah desa.
“Kami melakukan pemetaan terhadap kegiatan masyarakat yang berlangsung hari ini, termasuk latihan perguruan silat dan beberapa kegiatan hajatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif agar seluruh kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif,” kata IPTU Sono, Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun Polsek Kembangbahu, sejumlah latihan perguruan silat dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 WIB. Latihan IKSPI tercatat berlangsung di Desa Tlogoagung dengan sekitar 10 peserta, Desa Randubener sekitar lima orang, Desa Kedungmegarih, serta Desa Puter dengan sekitar lima peserta.
Pada waktu yang hampir bersamaan, latihan PSHT juga dijadwalkan berlangsung di sejumlah titik. Di antaranya Desa Lopang dengan sekitar 10 peserta, Desa Doyomulyo enam peserta, Desa Mangkujajar lima peserta, serta kegiatan di wilayah Randuber yang tercatat diikuti sekitar lima orang.
Sementara itu, latihan Pagar Nusa dijadwalkan berlangsung di Desa Kedungmegarih dan Desa Maor. Masing-masing kegiatan tercatat diikuti sekitar lima peserta dan dimulai sekitar pukul 18.00 WIB.
Sono menjelaskan, pemetaan kegiatan perguruan silat menjadi bagian dari langkah pencegahan untuk memastikan aktivitas latihan dapat berjalan sebagaimana mestinya tanpa menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitar. Pihaknya juga mengharapkan seluruh peserta dan pengurus perguruan ikut menjaga situasi yang kondusif.
“Kami mengimbau seluruh anggota maupun pengurus perguruan silat untuk melaksanakan kegiatan secara tertib dan tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat maupun perguruan lainnya. Jangan mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memicu kesalahpahaman ataupun gesekan,” ujarnya.





