Pengembangan situs bersejarah diharapkan tidak menghilangkan nilai autentik dan fungsi pelestariannya. Sebaliknya, penataan dapat membuat peninggalan sejarah lebih mudah dipelajari, diakses, dan dikenalkan kepada generasi muda.
Selain fokus pada warisan budaya masa lalu, Kemenbud juga melihat potensi besar dalam pengembangan ekosistem seni dan budaya kontemporer di Kabupaten Bogor. Fadli menyebut daerah tersebut memiliki banyak talenta yang berpotensi dikembangkan menjadi kekuatan baru dalam bidang kebudayaan.
Ia berharap Kabupaten Bogor dapat menjadi tempat tumbuhnya lebih banyak sineas, komunitas sastra, seniman pertunjukan, musisi, hingga perupa. Pengembangan ekosistem tersebut dinilai penting agar pembangunan kebudayaan tidak hanya bertumpu pada pelestarian peninggalan masa lalu, tetapi juga mendorong lahirnya karya-karya baru.
Fadli bahkan membuka peluang penyelenggaraan festival film di Kabupaten Bogor sebagai salah satu bentuk penguatan ekosistem seni dan budaya daerah.
“Saya tahu banyak talenta-talenta hebat juga dari Kabupaten Bogor. Nanti kita akan bekerja sama terutama di bidang kebudayaan,” tuturnya.
Pernyataan Fadli disampaikan setelah dirinya menyaksikan Konser Kemerdekaan Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026 di Lapangan Panahan Kompleks Stadion Pakansari, Cibinong. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Konser GBN 2026 juga mencatat momen khusus karena untuk pertama kalinya kegiatan tersebut digelar di Kabupaten Bogor. Para talenta muda yang tergabung dalam GBN selanjutnya dijadwalkan tampil di Istana Negara pada 17 Agustus 2026.
Melalui penataan situs bersejarah dan pengembangan talenta seni secara bersamaan, pemerintah berharap Kabupaten Bogor semakin kuat sebagai salah satu wilayah yang memiliki ekosistem kebudayaan yang lengkap. Pelestarian warisan sejarah diharapkan berjalan beriringan dengan penciptaan ruang bagi generasi baru untuk berkarya dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat luas.





