BERITASIBER.COM — Memilih buah untuk dikonsumsi setiap hari ternyata tidak hanya soal rasa manis atau tidak. Kandungan gula, serat, vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan juga menjadi pertimbangan penting, terutama bagi masyarakat yang ingin menjaga pola makan dan kesehatan dalam jangka panjang.

Buah memang dikenal sebagai sumber nutrisi yang baik bagi tubuh. Namun, ahli bedah jantung asal Amerika Serikat, Steven Gundry, mengingatkan pentingnya lebih selektif dalam memilih buah. Ia menyarankan untuk memprioritaskan buah yang relatif rendah gula tetapi kaya serat dan polifenol.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Gundry bahkan menggambarkan buah sebagai “permen alami”. Menurutnya, rasa manis pada buah tetap berasal dari gula alami sehingga konsumsinya sebaiknya dilakukan secara sadar dan tidak berlebihan. Di sisi lain, buah utuh juga menyediakan serat dan senyawa bioaktif yang tidak ditemukan dalam jumlah sama pada makanan manis olahan.

Gundry dikenal sebagai mantan ahli bedah jantung, pendiri GundryMD, serta penulis buku The Plant Paradox dan The Gut-Brain Paradox. Dalam berbagai tulisannya, ia banyak membahas keterkaitan antara pola makan, mikrobioma usus, penyakit kronis, dan penuaan.

Dalam artikel yang ditulis Gundry menyebut sejumlah buah yang menurutnya menarik untuk dimasukkan ke dalam pola makan. Berikut daftarnya.

1. Buah sitrus

Jeruk, jeruk bali, jeruk keprok, dan kumquat termasuk kelompok buah sitrus yang kaya vitamin C serta flavonoid.

Selain dikonsumsi sebagai sumber vitamin, buah sitrus utuh juga menyediakan serat. Gundry menyarankan agar bagian putih atau pith yang berada di bawah kulit tidak langsung dibuang karena bagian tersebut mengandung serat dan senyawa tanaman.

2. Blueberry dan buah beri lainnya

Blueberry, raspberry, serta blackberry menjadi pilihan lain karena relatif rendah gula dan mengandung serat serta polifenol.

Kelompok beri juga dikenal sebagai sumber berbagai senyawa antioksidan. Buah tersebut dapat dikonsumsi langsung atau ditambahkan ke yoghurt dan menu sarapan tanpa perlu tambahan gula.

Gundry juga menyoroti blueberry liar karena kandungan senyawa antioksidannya dapat lebih tinggi dibandingkan beberapa varietas blueberry budidaya.

3. Delima

Delima memiliki rasa manis dan menyegarkan, tetapi juga mengandung berbagai senyawa polifenol. Salah satunya adalah punicalagin yang memiliki aktivitas antioksidan.

Buah delima dapat dikonsumsi sebagai buah utuh atau ditambahkan ke dalam salad. Seperti buah lainnya, jumlah konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

4. Alpukat

Alpukat menjadi salah satu buah yang unik karena kandungan gulanya sangat rendah. Sebaliknya, buah ini kaya akan lemak tak jenuh, serat, dan kalium.

Kandungan lemak dan serat tersebut membuat alpukat dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Alpukat bisa menjadi bagian dari menu sarapan, salad, atau pendamping makanan utama.

Gundry menyebut alpukat sebagai salah satu buah yang rutin ia konsumsi.

5. Zaitun

Tidak banyak orang menyadari bahwa zaitun secara botani merupakan buah. Bahan pangan ini mengandung lemak tak jenuh serta polifenol, termasuk hydroxytyrosol.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2