BERITASIBER.COM — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya kembali membuktikan komitmen nyatanya dalam menghadirkan standar pelayanan transportasi publik yang prima, aman, nyaman, dan berorientasi penuh pada kepuasan pelanggan.
Hal tersebut tercermin secara nyata melalui tren kinerja perusahaan sepanjang semester pertama tahun 2026, di mana lonjakan volume penumpang berhasil diiringi dengan penurunan angka keluhan secara signifikan.
Berdasarkan data resmi dari sistem Customer Relationship Management (CRM) KAI Daop 8 Surabaya, tercatat sepanjang Semester I 2026 jumlah laporan atau keluhan pelanggan berada di angka 1.359 laporan. Menariknya, jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 4,5 persen apabila dibandingkan dengan periode Semester II 2025 sebelumnya yang mencapai 1.423 laporan. Tren positif ini menjadi indikator kuat bahwa langkah-langkah perbaikan kualitas layanan yang dieksekusi secara konsisten membuahkan hasil yang efektif.
Penurunan angka pengaduan ini terasa semakin istimewa karena terjadi di tengah gelombang pertumbuhan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi menggunakan moda transportasi kereta api. Tercatat selama kurun waktu Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 8 Surabaya sukses melayani total sebanyak 6.419.803 pelanggan.
Angka tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan volume penumpang yang melonjak hingga sekitar 8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu. Keberhasilan menampung jutaan mobilitas masyarakat tanpa diiringi lonjakan komplain membuktikan bahwa peningkatan kapasitas angkut berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pengawasan di lapangan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, saat dikonfirmasi menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pengguna jasa kereta api yang terus memberikan kepercayaan kepada KAI. Menurutnya, setiap masukan, kritik, maupun saran dari pelanggan merupakan instrumen berharga bagi perusahaan untuk terus berbenah.
“Bagi KAI, setiap masukan dari pelanggan memiliki nilai yang sangat penting sebagai bahan evaluasi. Penurunan jumlah keluhan di tengah meningkatnya volume pelanggan menunjukkan bahwa berbagai langkah perbaikan yang kami lakukan berjalan ke arah yang positif. Meski demikian, kami tidak akan berpuas diri,” ujar Mahendro, Rabu (22/7/2026).





