MADIUN — Sebuah bus PO Eka Cepat jurusan Surabaya–Cilacap terbakar hebat di Jalan Raya Madiun–Surabaya, tepatnya di wilayah Kelurahan Nglames, Kecamatan Nglames, Kabupaten Madiun. Peristiwa tersebut menghanguskan seluruh bodi bus beserta barang bawaan penumpang yang berada di bagasi. Meski demikian, seluruh penumpang berhasil dievakuasi sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun, Andy Koerniawan, ST, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Kebakaran bermula ketika bus yang tengah melaju dari arah Surabaya menuju Cilacap memasuki kawasan Kelurahan Nglames. Sejumlah pengendara yang berada di sekitar lokasi melihat kepulan asap hitam tebal keluar dari bagian belakang bus, tepatnya dari area kompartemen mesin.
Para pengguna jalan kemudian berusaha memberikan peringatan kepada sopir dengan berkendara sejajar dengan kabin kemudi dan memberitahukan bahwa terdapat indikasi kebakaran pada bus.
Mendapat informasi tersebut, sopir bus bernama Anasrudin segera mengambil tindakan. Ia mengarahkan kendaraan ke sisi kiri jalan dan menepikannya di bahu jalan agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat.
Berdasarkan dugaan awal yang disampaikan sopir, sumber kebakaran kemungkinan berasal dari korsleting arus listrik pada sistem kelistrikan mesin di bagian belakang bus. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan petugas kepolisian.
Setelah bus berhenti, Anasrudin bersama kru langsung berupaya melakukan pemadaman awal. Mereka mengambil dua tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) berukuran besar yang tersedia di dalam bus dan mengarahkannya ke titik api.
Upaya tersebut ternyata tidak mampu menghentikan kobaran api. Api dengan cepat membesar, didukung kondisi angin serta material pada bagian kendaraan yang mudah terbakar.
Melihat situasi semakin tidak terkendali, sopir dan kru bus segera mengalihkan fokus pada keselamatan seluruh penumpang. Mereka meminta para penumpang segera meninggalkan kabin dan menjauh dari kendaraan.
Evakuasi dilakukan dengan cepat. Puluhan penumpang berhasil keluar dari bus dalam kondisi selamat. Tidak ada laporan korban jiwa maupun penumpang yang mengalami luka akibat kejadian tersebut.
Namun, kecepatan rambatan api membuat sejumlah barang bawaan penumpang yang berada di bagasi bawah bus tidak sempat diselamatkan. Tas, koper, dan berbagai barang milik penumpang hangus terbakar bersama kendaraan. Sejumlah dokumen kendaraan serta kartu identitas milik sopir dan kru juga ikut terbakar.
“Hanya handphone saya yang bisa saya amankan. Kondisinya sangat gugup dan mencekam karena pikiran saya saat itu yang penting menyelamatkan penumpang dulu,” ujar Anasrudin saat ditemui di lokasi kejadian.





