Zaitun dan minyak zaitun extra virgin juga menjadi komponen penting dalam pola makan Mediterania yang banyak menekankan konsumsi makanan nabati dan sumber lemak tak jenuh.

6. Kiwi

Kiwi merupakan buah yang kaya vitamin C, serat, dan berbagai senyawa antioksidan. Kandungan gulanya juga relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah buah tropis yang memiliki rasa sangat manis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kulit kiwi sebenarnya dapat dikonsumsi setelah dicuci bersih. Bagian tersebut mengandung tambahan serat dan senyawa tanaman, meskipun teksturnya mungkin kurang disukai sebagian orang.

7. Pisang hijau

Pisang yang masih hijau memiliki lebih banyak pati resisten dibandingkan pisang matang. Pati resisten merupakan jenis karbohidrat yang tidak sepenuhnya dicerna di usus halus.

Ketika pisang semakin matang, sebagian pati berubah menjadi gula sehingga rasa manisnya meningkat. Pisang hijau dapat digunakan dalam berbagai olahan, termasuk campuran makanan tertentu.

8. Mangga muda

Mangga muda memiliki rasa yang lebih asam dan kandungan gula yang lebih rendah dibandingkan mangga matang. Buah ini juga mengandung serat serta sejumlah senyawa tanaman.

Mangga muda dapat dikonsumsi sebagai bagian dari salad atau hidangan lainnya. Namun, perlu diperhatikan bahan tambahan seperti gula, saus manis, atau bumbu tinggi kalori yang dapat meningkatkan kandungan gula dalam makanan.

9. Markisa

Markisa merupakan buah berukuran kecil yang memiliki kandungan serat, vitamin, dan polifenol. Bijinya juga dapat dimakan dan menjadi sumber serat.

Markisa dapat dikonsumsi langsung atau dicampurkan ke yoghurt maupun makanan lainnya. Untuk memperoleh manfaat yang lebih optimal, sebaiknya hindari penambahan gula secara berlebihan.

Jangan Hanya Fokus pada Kandungan Gula

Meski daftar tersebut menyoroti buah yang relatif rendah gula, bukan berarti masyarakat harus menghindari buah yang memiliki rasa lebih manis.

Kandungan gula hanyalah salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Serat, ukuran porsi, tingkat kematangan, serta keseluruhan komposisi makanan juga berperan dalam menentukan kualitas pola makan.

Buah utuh juga sebaiknya lebih diutamakan dibandingkan jus buah dengan tambahan gula. Ketika buah diolah menjadi minuman dan ditambahkan pemanis, jumlah gula yang dikonsumsi dapat meningkat tanpa memberikan rasa kenyang yang sama seperti mengonsumsi buah utuh.

Pada akhirnya, tidak ada satu jenis buah yang secara otomatis dapat menjamin seseorang memiliki umur panjang atau terbebas dari penyakit. Pola makan sehat perlu dibangun secara menyeluruh dengan mengombinasikan buah, sayuran, protein, biji-bijian, kacang-kacangan, serta sumber lemak sehat dalam jumlah yang sesuai.

Dengan demikian, sembilan buah yang disebut Gundry dapat menjadi inspirasi untuk memperbanyak variasi makanan bernutrisi, terutama bagi mereka yang sedang berusaha mengurangi konsumsi gula tambahan dan meningkatkan asupan serat.

Catatan: Kebutuhan nutrisi setiap orang berbeda. Individu dengan diabetes atau kondisi medis tertentu sebaiknya menyesuaikan pilihan dan porsi buah dengan kondisi kesehatan masing-masing serta berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2