BERITASIBER.COM | MALANG – Perkembangan teknologi digital telah menjadikan media sosial sebagai ruang utama bagi masyarakat untuk berinteraksi, mencari informasi, hingga hiburan. Platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan X kini nyaris tak terpisahkan dari aktivitas harian. Namun di balik kemudahan tersebut, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol berpotensi memicu kecanduan dengan berbagai dampak negatif.
Kecanduan media sosial umumnya ditandai dengan dorongan kuat untuk terus terhubung secara daring. Seseorang kerap merasa tidak nyaman ketika jauh dari ponsel, menghabiskan waktu berlebihan untuk menjelajah linimasa, hingga mengabaikan pekerjaan atau tanggung jawab penting. Selain itu, kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di media sosial juga dapat menurunkan kepuasan terhadap kehidupan nyata.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kecanduan media sosial berpengaruh pada penurunan fokus dan produktivitas. Pola tidur pun bisa terganggu akibat kebiasaan bermain gawai hingga larut malam. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko memicu stres, depresi, rasa tidak percaya diri, serta menjauhkan seseorang dari interaksi sosial secara langsung.
Untuk mengurangi risiko kecanduan, diperlukan kesadaran dan pengelolaan penggunaan media sosial secara bijak. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menetapkan batas waktu penggunaan harian melalui fitur pengatur waktu di ponsel. Selain itu, menonaktifkan notifikasi dinilai efektif untuk menekan kebiasaan membuka aplikasi secara impulsif.





