BERITASIBER.COM – Ibadah haji merupakan impian besar bagi setiap Muslim di seluruh dunia. Namun, bagi sebagian masyarakat, mewujudkan perjalanan suci ke Tanah Suci bukanlah perkara mudah. Selain membutuhkan kesiapan fisik dan mental, ibadah haji juga menuntut perencanaan keuangan yang matang serta kesabaran menghadapi masa tunggu keberangkatan yang cukup panjang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal itulah yang dirasakan pasangan suami istri asal Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rubianto Supeno (60) dan Khiriyah Al Asmini (58). Setelah melalui perjuangan panjang dan penuh keterbatasan ekonomi, keduanya akhirnya dipastikan berangkat menunaikan ibadah haji pada 20 Mei 2026 mendatang melalui Kloter 114.

Keberangkatan pasangan ini menjadi kisah inspiratif tentang kekuatan niat, kerja keras, serta keteguhan hati dalam menggapai cita-cita spiritual.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rubianto sehari-hari bekerja sebagai perajin alat pertanian di bengkel pandai besi miliknya. Pekerjaan tersebut telah ia jalani selama puluhan tahun. Sebelum memiliki usaha sendiri pada tahun 1995, Rubianto mengaku sempat menjadi buruh berpindah-pindah tempat untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Saat mulai merintis usaha mandiri, ia sempat merasa ragu bisa mewujudkan impian berhaji. Penghasilannya yang terbatas membuat cita-cita tersebut terasa sangat jauh. Namun dorongan sang istri menjadi alasan utama dirinya terus berusaha.

“Awalnya saya ragu, dengan penghasilan yang pas-pasan, apakah mungkin bisa membayar biaya haji. Niat menunaikan ibadah haji ini sebenarnya bermula dari istri saya yang terus mendorong agar segera berangkat,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2