BERITASIBER.COM – Perjalanan menuju Tanah Suci memang tidak mengenal profesi. Meski hanya berbekal penghasilan sebagai penjual tempe, Siti Nafiah (58) dan suaminya, Winoto (65), warga Dukuh Kedung Panjang, Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, akhirnya mampu mewujudkan impian mereka untuk menunaikan ibadah haji.
Pasangan suami istri ini dijadwalkan akan bertolak ke Arab Saudi melalui Asrama Haji Donohudan, Boyolali, pada 7 Mei 2026 mendatang. Keberangkatan ini merupakan buah manis dari kesabaran dan ketekunan Siti yang selama dua dekade terakhir konsisten menyisihkan hasil keuntungan dagangannya demi menyempurnakan rukun Islam.
Siti mengenang, perjuangannya dimulai sekitar 20 tahun lalu dengan modal awal yang sangat minim, yakni hanya Rp500 ribu. Dengan modal tersebut, ia mengolah kedelai menjadi tempe yang kemudian dititipkan ke warung-warung sekitar rumahnya. Setiap hari, ia mengolah sekitar delapan kilogram kedelai dengan omzet harian yang berkisar di angka Rp150 ribu.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Siti tetap memegang teguh komitmen untuk menabung. Ia mengaku menyisihkan uang sebesar Rp10 ribu setiap harinya untuk tabungan haji. Meski demikian, ia bersikap realistis; jika kebutuhan keluarga mendesak, ia tidak memaksakan diri.
“Kalau sedang tidak banyak pengeluaran, saya bisa mengumpulkan hingga Rp100 ribu dalam sepekan. Namun, kalau sedang ada kebutuhan mendesak, ya, tidak menabung dulu. Yang penting terus berusaha dan berdoa,” tutur Siti dengan rasa syukur, Jumat (24/4/2026).





