BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Menyusuri jalur Pantai Utara (Pantura) saat matahari sedang terik-teriknya memang bisa membuat tenaga terkuras dan emosi mudah terpancing.

Apalagi jika Anda sedang melintas atau berlibur di kawasan Kabupaten Lamongan yang cuacanya dikenal cukup panas. Dalam kondisi dahaga seperti ini, es teh atau minuman kemasan rasanya kurang nendang. Anda membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar air es biasa. Jawabannya hanya satu: Es Dawet Siwalan.

Minuman tradisional khas pesisir Lamongan ini bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan sebuah mahakarya kuliner lokal yang siap memanjakan tenggorokan Anda.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berbeda dengan es dawet dari daerah Jawa Tengah atau Yogyakarta yang umumnya menggunakan adonan tepung beras (cendol) berwarna hijau, dawet khas Lamongan ini memiliki bintang utama yang sangat berbeda, yakni buah siwalan.

Pohon siwalan atau pohon lontar memang tumbuh subur di pesisir utara Jawa. Daging buahnya yang berwarna putih bening memiliki tekstur kenyal, lembut, dan sekilas mirip dengan kolang-kaling, namun dengan rasa manis alami yang lebih khas dan menyegarkan.

Dalam satu gelas atau mangkuk Es Dawet Siwalan, potongan-potongan buah siwalan segar ini dipadukan dengan cendol tepung beras. Kekayaan rasanya kemudian disempurnakan dengan siraman kuah santan kelapa yang kental dan gurih.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2