Sebagai sentuhan akhir, ditambahkan sirup gula merah (biasanya dari nira siwalan atau gula aren) yang legit dan tidak meninggalkan rasa gatal di tenggorokan. Ketika semua komponen ini diaduk bersama bongkahan es batu, terciptalah harmoni rasa manis, gurih, dingin, dan tekstur kenyal yang benar-benar membuat ketagihan.
Mencari keberadaan penjual Es Dawet Siwalan di Lamongan tidaklah sulit, terutama jika Anda melintasi kawasan Paciran atau di sekitar objek wisata religi Makam Sunan Drajat.
Banyak pedagang kaki lima hingga warung makan sederhana yang menjajakan minuman segar ini di pinggir jalan raya. Menikmati segelas es dawet di bawah rindangnya pohon sambil merasakan hembusan angin laut utara adalah pengalaman autentik yang tidak boleh dilewatkan.
Harganya pun sangat bersahabat bagi kantong wisatawan. Hanya dengan beberapa ribu rupiah saja, dahaga seketika tuntas dan tenaga kembali terisi penuh.
Minuman ini adalah bukti nyata bagaimana masyarakat lokal Lamongan mampu memanfaatkan kekayaan alam sekitarnya menjadi sajian kuliner yang istimewa. Jadi, pastikan saat Anda melakukan perjalanan atau road trip melewati kota Lamongan, luangkan waktu sejenak untuk menepi dan mencicipi kesegaran paripurna dari Es Dawet Siwalan!(dit)






