Keteguhan hati Siti membuahkan hasil. Setelah tabungannya dirasa cukup, ia memberanikan diri mendaftar haji pada tahun 2012. Setelah melewati masa tunggu selama 14 tahun, panggilan untuk bertamu ke rumah Allah akhirnya tiba.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tak hanya soal ibadah haji, Siti juga merupakan sosok ibu yang luar biasa. Meski penghasilannya dari berjualan tempe dan menjadi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) tergolong pas-pasan, ia sukses menyekolahkan ketiga anaknya hingga ke jenjang pendidikan tinggi.

Anak sulungnya kini telah berkeluarga di Demak, anak kedua telah bekerja di rumah sakit setelah lulus dari bangku kuliah di Semarang, dan si bungsu saat ini masih menempuh studi di Kudus. Baginya, keberhasilan anak-anaknya adalah prioritas yang berjalan beriringan dengan cita-citanya ke Tanah Suci.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kini, di usia senjanya, Siti dan Winoto hanya tinggal menghitung hari menuju keberangkatan. Bagi Siti, pencapaian ini adalah bukti bahwa dengan niat yang tulus, kegigihan dalam berusaha, dan kesabaran, keterbatasan bukanlah hambatan untuk meraih mimpi besar.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2