BERITASIBER.COM — Perjalanan menuju Tanah Suci bagi setiap jemaah haji kerap menyimpan cerita penuh perjuangan. Hal itu tergambar dari kisah inspiratif dari pasangan suami istri asal Sidoarjo, Mochammad Nurhasan (78) dan Dawama (73), yang akhirnya berangkat menunaikan ibadah haji setelah menabung selama 16 tahun dari hasil berdagang sederhana.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dengan wajah sumringah, keduanya tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Selasa (5/5/2026) untuk mengikuti rangkaian persiapan keberangkatan. Perjalanan panjang yang mereka tempuh bukanlah sesuatu yang instan. Sejak tahun 2010, pasangan lansia ini mulai menyisihkan sebagian penghasilan dari berjualan bubur dan lontong balap di depan rumah mereka.

Dalam keseharian, penghasilan yang diperoleh berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari. Meski tergolong sederhana, keduanya memiliki komitmen kuat untuk menabung secara konsisten. Salah satu cara yang ditempuh adalah mengikuti arisan kampung dengan iuran Rp200 ribu setiap minggu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dawama mengungkapkan, setiap kali mendapatkan giliran arisan, uang tersebut tidak langsung digunakan, melainkan disimpan dengan cara sederhana. Ia memasukkannya ke dalam kantong plastik dan menyimpannya di lemari sebagai tabungan haji.

“Kalau dapat arisan, langsung saya simpan. Tidak berani dipakai. Sedikit demi sedikit lama-lama terkumpul,” tuturnya.

Upaya tersebut membuahkan hasil pada tahun 2012, ketika tabungan mereka mencapai Rp50,5 juta dan cukup untuk mendaftar sebagai calon jemaah haji. Setelah itu, proses pelunasan biaya haji terus dilakukan dengan pola yang sama menabung secara disiplin dari sisa hasil berdagang.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2