BERITASIBER.COM – Masalah keamanan lingkungan menjadi sorotan utama dalam agenda rutin Konferensi Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) tingkat Kecamatan Deket yang digelar di Balaidesa Rejosari pada Selasa (12/05/2026).
Hadir bersama Forkopimcam, Kapolsek Deket AKP Akhmad Khusen memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan imbauan krusial terkait kewaspadaan terhadap tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang belakangan menjadi perhatian pihak kepolisian.
Acara yang berlangsung di balai desa Rejosari Kecamatan Deket ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, pengurus PPDI, serta seluruh perangkat desa se-Kecamatan Deket. Kehadiran Kapolsek dalam forum ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan pemerintahan desa dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam arahannya, AKP Akhmad Khusen menekankan bahwa perangkat desa adalah ujung tombak informasi di tengah masyarakat. Ia meminta agar para perangkat desa tidak bosan-bosan mengingatkan warganya untuk lebih berhati-hati dalam memarkirkan kendaraan, baik saat berada di rumah maupun di area persawahan dan perkantoran.
“Kejahatan curanmor sering kali terjadi karena adanya kesempatan, bukan hanya niat pelaku. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh perangkat desa yang hadir di sini untuk menjadi motor penggerak kewaspadaan di lingkungan masing-masing,” ujar AKP Akhmad Khusen di hadapan para anggota PPDI.
Ia juga memaparkan bahwa modus operandi pelaku curanmor saat ini semakin beragam. Penggunaan kunci ganda pada kendaraan sangat disarankan sebagai langkah preventif paling sederhana namun efektif.
“Jangan biarkan kunci masih menempel di motor meskipun hanya ditinggal sebentar. Pastikan kendaraan dalam jangkauan pengawasan atau berada di tempat yang memiliki sistem pengamanan memadai,” tambahnya.
Kapolsek Deket menilai peran PPDI sangat strategis dalam membantu tugas kepolisian. Perangkat desa diharapkan mampu mendeteksi dini setiap potensi gangguan keamanan di wilayahnya.





