Ketekunan pasangan ini bahkan sempat mengundang rasa penasaran dari warga sekitar. Banyak tetangga yang tidak menyangka mereka mampu berangkat haji, mengingat kondisi ekonomi yang terlihat sederhana. Tidak sedikit pula yang menduga mereka memperoleh dana secara mendadak.
Namun, Nurhasan menegaskan bahwa semua biaya yang terkumpul murni berasal dari kerja keras mereka selama bertahun-tahun. “Tidak ada warisan atau bantuan besar. Ini hasil usaha kami sendiri, pelan-pelan tapi pasti,” ujarnya.
Selain usaha dan disiplin, Nurhasan juga menekankan pentingnya doa dalam setiap langkah yang mereka tempuh. Ia mengaku rutin memanjatkan doa dan selawat, berharap diberikan kesempatan menjadi tamu Allah.
Kini, mengenakan seragam batik haji dan identitas resmi jemaah, pasangan lansia tersebut bersiap menjalani ibadah di Tanah Suci. Mereka berharap diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan rangkaian ibadah, serta keberkahan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Kisah inspiratif dari Nurhasan dan Dawama menjadi pengingat bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mewujudkan impian, selama disertai dengan kerja keras, konsistensi, dan keyakinan yang kuat.





