BERITASIBER.COM – Cuaca panas ekstrem yang melanda Tanah Suci menjadi tantangan serius bagi pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Hingga awal Mei, tercatat sebanyak tujuh jamaah haji Indonesia meninggal dunia di Arab Saudi di tengah suhu udara yang terus meningkat dan mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaf, menyampaikan bahwa mayoritas jamaah yang wafat disebabkan oleh gangguan kesehatan seperti serangan jantung dan radang paru-paru. Kondisi cuaca yang panas diduga turut memperburuk kondisi fisik jamaah, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta.

“Total jamaah yang wafat sebanyak tujuh orang. Kita doakan semoga seluruh almarhum mendapatkan husnul khatimah,” ujar Maria dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain itu, ribuan jamaah lainnya juga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Data Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mencatat hingga Sabtu (2/5/2026), sebanyak 6.823 jamaah menjalani rawat jalan. Sementara itu, 117 jamaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 141 jamaah harus menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 jamaah masih dalam perawatan intensif.

PPIH memastikan bahwa seluruh jamaah mendapatkan layanan kesehatan secara optimal di berbagai tingkatan, mulai dari pelayanan di kloter, sektor, hingga fasilitas rujukan.

“Bagi jamaah yang wafat, pemerintah juga memastikan pelaksanaan badal haji sebagai bentuk pemenuhan kewajiban ibadah mereka,” ungkapnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2