Berdasarkan data Early Warning System (EWS) Kemenhaj yang mengacu pada AccuWeather, suhu udara di Makkah pada Ahad (3/5/2026) mencapai puncak sekitar 43 derajat Celsius pada siang hari. Pada pagi hari, suhu berada di kisaran 26 derajat Celsius, kemudian meningkat tajam menjelang siang, dan sedikit menurun menjadi sekitar 39 derajat Celsius pada sore hari serta 34 derajat Celsius pada malam hari.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah haji Indonesia, terutama dalam proses adaptasi terhadap perbedaan iklim yang cukup signifikan dibandingkan dengan Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau seluruh jamaah untuk lebih menjaga kondisi kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih, menghindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari, serta mematuhi arahan petugas kesehatan.

Selain menjaga asupan cairan, jamaah juga diingatkan untuk menggunakan pelindung seperti payung, topi, atau kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengatur waktu ibadah agar tidak terlalu lama terpapar panas ekstrem.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemerintah melalui Kemenhaj terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini. Langkah-langkah mitigasi terus dilakukan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan jamaah selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

Dengan kondisi yang menantang ini, diharapkan seluruh jamaah dapat lebih disiplin dalam menjaga kesehatan, sehingga ibadah dapat berjalan lancar, aman, dan khusyuk hingga selesai.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2