Di Solo, Jakarta Bhayangkara Presisi akan berhadapan dengan Palembang Bank SumselBabel pada 2 Mei dan melawan LavAni pada 4 Mei.
Di sisi lain, manajer Surabaya Samator, Hadi Sampurno, mengakui bahwa faktor pengalaman menjadi salah satu penyebab kekalahan timnya yang didominasi oleh pemain muda.
“Sebenarnya kami bisa mengimbangi permainan Bhayangkara. Namun, ketika mereka melakukan jump serve yang tajam, receive kami masih kedodoran. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk laga-laga sisa di Solo,” jelas Hadi.
Meskipun kekalahan ini membuat peluang Surabaya Samator untuk melaju ke grand final Proliga 2025 semakin tipis, Hadi tetap optimis melihat perkembangan positif dari timnya.
“Performa kami terus meningkat, tetapi pemain kami masih membutuhkan jam terbang lebih banyak,” pungkasnya.
Dengan hasil ini, Jakarta Bhayangkara Presisi menunjukkan ketangguhan dan semangat juang yang tinggi, siap untuk menghadapi tantangan selanjutnya di Proliga 2025.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





