BERITASIBER.COM – Kepolisian Sektor (Polsek) Kembangbahu, Polres Lamongan, terus meningkatkan kegiatan patroli Kota Presisi (PKP) sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi bencana alam di wilayah Kecamatan Kembangbahu.
Patroli tersebut menyasar sejumlah kawasan yang memiliki potensi kerawanan, termasuk lahan jati yang rawan terjadi kebakaran pada musim kemarau.
Kapolsek Kembangbahu Iptu Sono, SH., mengatakan bahwa patroli dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan kepolisian dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana, baik banjir, tanah longsor, kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan.
“Kami terus mengintensifkan patroli sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi bencana alam. Untuk wilayah yang memiliki lahan jati dan kondisi kering, kami memberikan perhatian khusus karena berpotensi terjadi kebakaran apabila tidak diantisipasi sejak awal,” ujar Iptu Sono.
Kegiatan Patroli Kota Presisi tersebut dilaksanakan pada Minggu, 9 Agustus 2026, mulai pukul 11.56 WIB hingga selesai. Dalam kegiatan tersebut, personel jaga Polsek Kembangbahu melakukan pemantauan secara langsung terhadap kondisi lingkungan di wilayah hukum Polsek Kembangbahu, khususnya kawasan lahan jati yang dinilai memiliki potensi kerawanan kebakaran.
Patroli dilaksanakan oleh Aiptu Didik AS dan Aipda Hartono. Personel menyusuri dan memantau kawasan lahan jati sekaligus memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui secara dini apabila terdapat tanda-tanda munculnya titik api, aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, maupun kondisi lain yang dapat berkembang menjadi gangguan terhadap keselamatan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam melakukan mitigasi dan pencegahan bencana melalui kehadiran personel di lapangan. Dengan patroli secara rutin, potensi gangguan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan bersama instansi terkait apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan tindakan lebih lanjut.
Kapolsek Kembangbahu menegaskan bahwa pencegahan bencana membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan dan lahan jati memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan, terutama dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api.





