BERITASIBER.COM – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur berhasil memutus rantai kejahatan siber berskala nasional. Dalam sebuah operasi senyap, kepolisian membongkar praktik penyalahgunaan data pribadi berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) yang digunakan untuk registrasi SIM card massal demi layanan kode OTP (One-Time Password) digital ilegal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Jaringan ini tergolong rapi karena beroperasi lintas pulau. Polisi mengamankan tiga tersangka utama: DBS dan IGVS yang diringkus di Denpasar, Bali, serta MA yang ditangkap di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Direktur Reserse Siber Polda Jatim, Kombes Pol Bimo Ariyanto, mengungkapkan bahwa kasus ini terendus berkat aktivitas mencurigakan pada sebuah situs web yang menawarkan jasa verifikasi akun melalui kode OTP secara tidak sah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Tersangka DBS berperan sebagai otak yang mengelola sistem dan website. Ia menyediakan layanan OTP menggunakan SIM card yang sudah diregistrasi secara ilegal menggunakan data orang lain,” jelas Bimo dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Selasa (12/5/2026).

Sementara itu, tersangka IGVS bertugas sebagai admin teknis dan layanan pelanggan. Adapun tersangka MA merupakan pemasok “amunisi” utama, yakni melakukan registrasi ribuan kartu perdana menggunakan data kependudukan milik pihak lain yang diperoleh dengan cara melanggar hukum.

Dengan sistem ini, pelaku kejahatan lain seperti pelaku phishing atau scamming cukup membeli kode dari para tersangka untuk mengaktifkan akun media sosial atau aplikasi tanpa perlu memiliki fisik kartu SIM-nya. Hal ini membuat jejak digital pelaku kejahatan sulit dilacak karena identitas yang digunakan adalah milik warga yang tidak tahu apa-apa.

Skala operasi jaringan ini tergolong besar. Dari tangan para tersangka, penyidik menyita ribuan perangkat keras, di antaranya 25.400 SIM card yang telah terdaftar secara ilegal, 33 unit modem pool (alat untuk mengoperasikan banyak SIM card secara bersamaan), 11 unit laptop, 2 unit Mac Mini, dan 2 unit PC, 8 box besar berisi kartu perdana dan puluhan ponsel pintar.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2