BERITASIBER.COM – Ketangguhan industri hasil tembakau (IHT) nasional kembali teruji di pasar global. PT Empat Sekawan Mulia (ESM), produsen rokok terkemuka asal Pamekasan, Madura, sukses merealisasikan pengiriman ekspor sebanyak dua kontainer berisi 20 juta batang rokok jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) ke Filipina, Selasa (12/5/2026).
Langkah ekspansif ini bukan sekadar pemenuhan kuota dagang, melainkan bentuk penegasan bahwa produk manufaktur berbasis tembakau dari daerah memiliki standar mutu yang mampu bersaing di kancah internasional, khususnya di wilayah Asia Tenggara.
Dalam prosesi pelepasan ekspor tersebut, Owner PT Empat Sekawan Mulia, H. Suhaydi, menjelaskan bahwa produk yang dikirim kali ini mengusung merek King Bravo. Ia menekankan bahwa keberhasilan menembus pasar Filipina secara konsisten selama tiga tahun terakhir adalah buah dari strategi adaptasi produk yang tepat.
“Kami menyadari setiap negara memiliki preferensi konsumen yang berbeda. Oleh karena itu, PT ESM menghadirkan varian yang beragam untuk pasar Filipina, mulai dari King Djava Classic, King Djava Menthol, San Milano, hingga King Djava Blueberry Click. Hari ini, giliran King Bravo yang kami kirim sebanyak 20 juta batang,” ungkap H. Suhaydi.
Menurutnya, menjaga kepercayaan mitra luar negeri selama tiga tahun berturut-turut bukanlah perkara mudah. Hal ini menuntut konsistensi kualitas produksi serta ketepatan waktu pengiriman. Eksistensi PT ESM di pasar ekspor diharapkan dapat memperkuat profil industri tembakau Indonesia sebagai salah satu pilar ekspor nonmigas yang kontributif.
Di sisi lain, otoritas kepabeanan menilai langkah PT ESM merupakan respons strategis yang sangat relevan dengan kondisi industri saat ini. Kepala Seksi Pelayanan Bea Cukai Madura, Budi Dewantoro, memberikan apresiasi atas visi PT ESM yang tidak lagi terpaku pada pasar dalam negeri.





