Budi menggarisbawahi bahwa kompetisi di pasar domestik saat ini telah mencapai titik jenuh dengan persaingan harga dan regulasi yang sangat ketat.
“Langkah PT Empat Sekawan Mulia ini sangat visioner. Daripada terus bersaing di pasar domestik yang sudah sangat sesak, ekspor menawarkan ruang pertumbuhan yang jauh lebih luas. Pasar internasional adalah samudera biru bagi produsen yang mampu menjaga standar kualitasnya,” jelas Budi.
Ia juga berharap pencapaian PT ESM dapat memotivasi para pelaku industri rokok lainnya di Madura untuk mulai melirik pasar mancanegara. Menurutnya, dukungan Bea Cukai akan selalu hadir bagi perusahaan yang memiliki kemauan untuk melakukan ekspor.
Keberlanjutan ekspor ini diyakini akan memberikan dampak positif yang masif bagi perekonomian lokal di Pamekasan. Peningkatan volume permintaan dari luar negeri secara langsung mendorong peningkatan kapasitas produksi perusahaan.
Hal ini pada gilirannya akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal yang lebih banyak serta menggerakkan sektor-sektor pendukung di sekitar pabrik. Dengan semakin kuatnya arus ekspor dari Madura, citra daerah sebagai sentra industri tembakau yang profesional dan berorientasi global akan semakin kukuh.
Ekspor dua kontainer menuju Filipina ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pelaku usaha dan regulator mampu menciptakan iklim bisnis yang sehat, sekaligus memberikan sumbangsih nyata bagi perolehan devisa negara di tahun 2026 ini.





