BERITASIBER.COM – Di tengah tantangan era digital yang membuat anak-anak semakin lekat dengan layar gawai (gadget), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menawarkan solusi yang jauh lebih hangat dan mendalam: tradisi mendongeng.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurutnya, dongeng bukan sekadar hiburan sebelum tidur, melainkan instrumen paling ampuh untuk menyisipkan nilai-nilai moral dan pembentukan karakter anak sejak usia dini.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Eri Cahyadi saat menghadiri kegiatan CERIA (Cerita Ayah Eri dan Bunda Rini itu Asyik) yang berlangsung di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (Stiesia), Selasa (12/5/2026). Acara yang digagas bersama Bunda Literasi Surabaya, Rini Indriyani, ini dihadiri oleh 300 keluarga muda dan pasangan suami istri (pasutri) pemula di Kota Pahlawan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam arahannya, Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri ini menyoroti tren orang tua modern yang cenderung memberikan gawai kepada anak agar mereka tenang. Namun, ia memperingatkan bahwa kepraktisan tersebut memiliki harga mahal, yakni hilangnya kedekatan emosional antara orang tua dan buah hati.

“Kami sengaja mengundang para orang tua pemula agar membiasakan mendongeng. Melalui dongeng, tercipta kedekatan batin. Pesan-pesan moral akan jauh lebih mudah meresap ke dalam pikiran anak jika disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan penuh kasih sayang,” ujar Cak Eri.

Ia menambahkan, interaksi saat mendongeng memberikan ruang bagi orang tua untuk memberikan penjelasan langsung mengenai mana yang baik dan buruk, sebuah proses yang tidak bisa digantikan oleh konten video digital manapun.

Selain masalah moralitas, Cak Eri menyatakan keprihatinannya terhadap minimnya pengetahuan generasi muda terhadap budaya lokal. Banyak anak saat ini lebih mengenal tokoh-tokoh fiksi luar negeri dibandingkan dengan legenda atau pahlawan lokal Indonesia, khususnya Surabaya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2