“BRI Finance melihat kebutuhan ini sebagai peluang untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan, mudah diakses, dan memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak tanpa mengorbankan tujuan finansialnya. Kemudahan proses pengajuan yang dapat dilakukan secara digital menjadi nilai tambah bagi nasabah,” ujar Aditia, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi digital juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan pembiayaan secara lebih cepat dan praktis. Proses pengajuan yang dapat dilakukan secara digital dinilai mampu membantu masyarakat mendapatkan akses pembiayaan tanpa prosedur yang rumit.
Selain fokus pada kemudahan layanan, BRI Finance juga menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap proses pembiayaan.
Sebagai perusahaan pembiayaan yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BRI Finance memastikan seluruh layanan dijalankan sesuai regulasi serta mengedepankan perlindungan konsumen.
Pengamat ekonomi menilai bahwa meningkatnya biaya pendidikan perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat agar keluarga dapat mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak secara lebih terencana.
Perencanaan keuangan yang baik dinilai menjadi langkah penting untuk menghindari tekanan ekonomi ketika kebutuhan pendidikan meningkat, terutama pada masa transisi menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 pun menjadi refleksi bahwa pendidikan yang berkualitas membutuhkan dukungan dari berbagai aspek, termasuk kesiapan finansial yang memadai. Dengan adanya solusi pembiayaan yang fleksibel dan mudah diakses, diharapkan masyarakat dapat tetap memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak tanpa harus terbebani secara berlebihan.
BRI Finance berharap kehadiran layanan pembiayaan ini dapat membantu masyarakat mewujudkan akses pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi generasi masa depan Indonesia.





