“AI bukan pengganti kemampuan menulis. Namun, ia bisa menjadi teman belajar yang memudahkan siswa merumuskan gagasan,” jelas Ali.
Salah satu capaian penting dari program ini adalah rencana penyusunan kompilasi esai siswa dalam bentuk buku. Buku tersebut akan menjadi bukti kontribusi nyata pelajar MAN 1 Lamongan dalam mendukung program literasi nasional.
Ali menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda harus dibekali kemampuan literasi dan kecakapan digital yang kuat agar mampu bersaing secara global.
Salah satu peserta pelatihan, Ahmad Al Ghany Wardani, mengaku mendapat banyak wawasan baru, terutama terkait metode menulis esai dan pemanfaatan teknologi AI.
“Penjelasan tentang literasi, struktur esai, hingga contoh topik yang dekat dengan kehidupan kami sangat membantu. Penggunaan AI untuk membuat kerangka tulisan juga memudahkan kami memulai esai,” ungkapnya.
Pihak MAN 1 Lamongan menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap pelatihan literasi serta pemanfaatan teknologi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Madrasah menilai program seperti ini mampu menumbuhkan budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis di kalangan siswa.





