BERITASIBER.COM | NABIRE – Sebuah rekaman catatan suara atau “voice note” yang beredar luas melalui aplikasi pesan singkat di kalangan masyarakat Kabupaten Nabire memicu keresahan.
Dalam pesan suara tersebut, diklaim bahwa Kapolres dan Dandim Nabire mengimbau seluruh kepala kampung agar warganya tidak keluar rumah sejak sore hari dan tidak membuka pintu rumah jika ada yang mengetuk. Namun, informasi tersebut dipastikan sebagai berita bohong atau hoaks oleh pihak kepolisian.
Kapolres Nabire, AKBP Samuel D Tatiratu, menegaskan bahwa isi voice note tersebut tidak benar dan menyesatkan.
Kapolres menyebutkan bahwa penyebaran informasi palsu seperti ini dapat menimbulkan kepanikan, mengganggu ketertiban umum, serta merusak stabilitas keamanan di wilayah Nabire dan sekitarnya.
“Kami tegaskan bahwa informasi dalam voice note tersebut adalah hoax. Tidak ada imbauan resmi seperti itu dari kami ataupun pihak Dandim,” tegas Kapolres Tatiratu, Rabu, 11 Juni 2025.
Lebih lanjut, Kapolres mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya, apalagi jika tidak disertai klarifikasi resmi dari aparat atau pemerintah.
“Silakan cek setiap informasi yang beredar melalui kanal resmi kepolisian atau pemerintah daerah. Jangan langsung disebarkan sebelum dipastikan kebenarannya,” ujarnya.
Voice note hoaks ini dinilai sangat meresahkan, terutama menjelang malam hari, saat sebagian warga menjadi cemas dan takut untuk beraktivitas di luar rumah. Situasi ini berpotensi mengganggu ketenangan masyarakat dan menciptakan suasana yang tidak kondusif.





