Lonjakan volume penumpang ini tersebar di berbagai stasiun strategis. Stasiun Surabaya Gubeng masih memegang predikat sebagai pusat pergerakan tersibuk di Wilayah 8 Surabaya. Stasiun ini mencatatkan rata-rata volume keberangkatan mencapai 6.600 pengguna dan kedatangan sebesar 6.900 pengguna setiap harinya.
Tidak hanya di Surabaya, dinamika pergerakan penumpang juga terasa kuat di wilayah lain. Stasiun Wonokromo menempati posisi kedua dengan rata-rata pergerakan mencapai 4.500 penumpang naik dan 4.800 penumpang turun. Sementara itu, di koridor selatan Jawa Timur, Stasiun Malang menjadi pusat aktivitas yang sangat dinamis, melayani rata-rata 4.000 penumpang naik dan 3.900 penumpang turun setiap harinya. Tingginya angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk melakukan wisata lokal menggunakan transportasi umum.
Menanggapi kepercayaan publik yang terus meningkat, manajemen KAI Commuter menyatakan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pengguna setia. KAI Commuter menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan operasional.
Inovasi berkelanjutan akan terus dihadirkan guna memastikan setiap pengguna mendapatkan pengalaman bermobilitas yang terbaik. Mengingat masa libur sekolah masih akan berlangsung, KAI Commuter juga mengimbau agar para penumpang tetap memperhatikan jadwal keberangkatan serta menjaga ketertiban di stasiun dan di dalam rangkaian kereta demi kenyamanan bersama.
Dengan capaian pertumbuhan 11,69% ini, KAI Commuter optimis bahwa ke depan, transportasi massal berbasis rel akan semakin menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pariwisata daerah di Jawa Timur.





