BERITASIBER.COM | JAKARTA — Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menetapkan kurma sebagai salah satu menu strategis untuk berbuka puasa selama Ramadan. Rekomendasi ini tertuang dalam panduan nutrisi komprehensif Ramadan 2026 yang dirilis sebagai upaya mendorong pola makan sehat, seimbang, dan berkelanjutan bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Dalam panduan tersebut, WHO menekankan pentingnya memulai berbuka puasa dengan asupan yang tepat guna membantu tubuh beradaptasi setelah berjam-jam berpuasa. Kurma dinilai memiliki profil nutrisi yang ideal untuk mengembalikan energi, menjaga kestabilan metabolisme, serta mencegah konsumsi makanan berlebihan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

WHO menjelaskan bahwa mengawali iftar dengan kurma memberikan dampak positif terhadap homeostasis metabolik atau keseimbangan fungsi metabolisme tubuh. Kandungan gula alami dalam kurma dapat dengan cepat meningkatkan kadar glukosa darah yang menurun selama puasa, sehingga membantu memulihkan energi tanpa memicu lonjakan gula darah secara drastis.

“Kurma membantu memodulasi sinyal lapar dan memberikan rasa kenyang lebih cepat. Hal ini efektif mencegah hiperfagia atau makan berlebihan saat berbuka, yang sering menjadi penyebab gangguan pencernaan dan kenaikan berat badan selama Ramadan,” tulis WHO, seperti dilansir Senin (23/02/2026).

Secara nutrisi, kurma mengandung serat pangan, vitamin B6, asam folat, kalium, magnesium, serta zat besi. Kombinasi zat gizi tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan, mendukung fungsi saraf dan otot, menjaga keseimbangan elektrolit, serta membantu pembentukan sel darah merah.

WHO juga menyoroti kandungan serat dalam kurma yang membantu memperlambat penyerapan gula, sehingga kadar energi dapat bertahan lebih stabil. Selain itu, mineral seperti kalium dan magnesium berperan penting dalam mencegah kram otot dan kelelahan, terutama bagi mereka yang menjalani aktivitas fisik tinggi selama berpuasa.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2