BERITASIBER.COM – Dalam upaya menjawab tantangan dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif, Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan pihak universitas, para alumni, serta perwakilan dari berbagai sektor stakeholder mitra.

Pertemuan ini difokuskan pada sinkronisasi antara kurikulum akademik dengan kebutuhan riil di lapangan, sekaligus penguatan ekosistem pendidikan berbasis kolaborasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus Unisda tersebut dihadiri oleh jajaran rektorat, pimpinan fakultas, program studi, serta para alumni dan mitra industri. Forum ini dirancang sebagai wadah diskusi terbuka untuk membedah tantangan institusional sekaligus menjaring aspirasi mengenai kualitas lulusan yang relevan dengan perkembangan industri saat ini.

Dalam arahannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Syiar Keislaman Aswaja Annahdliyah, Mahbub Junaidi, M.Th.I., menegaskan bahwa di era disrupsi, ketergantungan perguruan tinggi pada internal kampus semata tidaklah cukup. Ia menekankan urgensi dari network capital atau modal jejaring sebagai katalis utama dalam pengembangan institusi.

“Keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari apa yang diajarkan di dalam kelas, tetapi sejauh mana lulusannya mampu terserap dan memberikan dampak bagi masyarakat serta industri. Oleh karena itu, kolaborasi dengan alumni dan stakeholder adalah keharusan. Perspektif objektif dari para praktisi dan alumni adalah cermin bagi kami untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan,” ujar Mahbub.

Senada dengan hal tersebut, Rektor Unisda Lamongan, Muhammad Hafidh Nashrullah, S.E., M.M., memaparkan bahwa Unisda terus melakukan transformasi di berbagai lini. Sejak awal berdirinya, Unisda berpegang teguh pada nilai-nilai pendiri, namun tetap fleksibel dalam mengadopsi kemajuan zaman.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2