BERITASIBER.COM – Sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Lamongan kini tengah menjadi sorotan seiring dengan upaya konsolidasi yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gekrafs Lamongan. Melalui forum diskusi bertajuk “Di Balik Kasus yang Menghebohkan, Ketika Karya Menjadi Perkara” yang dihelat di Padelibre, Selasa (7/7/2026), para pelaku kreatif diajak untuk merumuskan urgensi kebijakan daerah yang lebih protektif dan suportif.
Kegiatan ini menghadirkan sosok sentral dalam gerakan ekonomi kreatif nasional, Amsal Sitepu. Ketua DPC Gekrafs Karo yang sempat menjadi perhatian publik nasional setelah mengalami kriminalisasi atas karya kreatifnya selama 131 hari ini, hadir secara khusus untuk menyerap aspirasi di Lamongan.
Kedatangannya merupakan bagian dari rangkaian tur nasional yang bertujuan memetakan kendala nyata di lapangan untuk kemudian diusulkan menjadi regulasi tingkat daerah maupun pusat.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk mendengar langsung suara dari akar rumput. Kami ingin kebijakan yang lahir nantinya bukan sekadar top-down, melainkan aspirasi mayoritas pelaku kreatif di Indonesia yang memahami kebutuhan mereka sendiri,” tegas Amsal di hadapan para pegiat kreatif Lamongan.
Amsal menyoroti bahwa potensi Lamongan jauh lebih luas daripada sekadar citra kuliner Soto Lamongan yang sudah melegenda. Ia meyakini, dengan pendampingan yang tepat dan kolaborasi multipihak, potensi kreativitas masyarakat Lamongan dapat bertransformasi menjadi aset ekonomi yang lebih bernilai tinggi dan berdaya saing global.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya perubahan persepsi terhadap profesi kreatif. Menurutnya, pelaku ekonomi kreatif adalah pilar penting pencipta lapangan kerja.
“Mereka bukan orang yang tidak punya pekerjaan. Mereka adalah inovator. Selama ini mungkin mereka kekurangan ‘bapak asuh’. Bersama Gekrafs dan pemerintah daerah, kami ingin memutus hambatan tersebut,” tambah Amsal.





