BERITASIBER.COM – Di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan arus informasi yang sangat dinamis, kemampuan literasi menjadi benteng utama dalam membentuk pola pikir masyarakat.
Menyadari urgensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) secara resmi menggelar Festival Literasi “Pusta Raya” Tahun 2026.
Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (30/6/2026) hingga Kamis (2/7/2026), sebagai upaya nyata mempromosikan perpustakaan bukan sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan sebagai pusat pembelajaran seumur hidup (lifelong learning center).
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat membuka secara resmi festival tersebut di halaman Kantor Disarpusda Lamongan, Selasa (30/6/2026), menegaskan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut masyarakat untuk memiliki karakter yang kuat.
Menurut pria yang akrab disapa Pak Yes ini, literasi adalah fondasi dasar agar masyarakat mampu memfilter berbagai informasi di ruang digital agar tidak terjebak pada narasi menyesatkan atau hoax.
“Festival seperti ini memiliki urgensi tinggi bagi kita semua, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus. Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca, tetapi tentang penguatan karakter. Dengan literasi yang baik, masyarakat dapat membedakan mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan di tengah maraknya teknologi AI saat ini,” tegas Bupati Yuhronur Efendi.
Dalam paparannya, Bupati juga menyoroti data capaian literasi daerah. Tercatat bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Lamongan tahun 2025 berada di angka 18,9, sedangkan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) mencapai 61,51.





