Meski angka tersebut menunjukkan progres positif, Pemkab Lamongan tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan integrasi peran perpustakaan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif.

Sejalan dengan semangat inovasi, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, Umuronah, mengungkapkan bahwa pihaknya kini telah mengadopsi standar pengukuran terbaru sesuai dengan regulasi nasional. Hal ini mengacu pada Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 7 Tahun 2025 terkait IPLM dan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 9 Tahun 2025 terkait TKM.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Umuronah, metodologi ini dirancang agar pengukuran kinerja perpustakaan lebih substantif dan akurat.

“Berdasarkan peraturan terbaru tersebut, hasil pengukuran yang kita peroleh saat ini bukan lagi sekadar angka kenaikan atau penurunan statistik secara konvensional, melainkan mencerminkan nilai baru dalam perspektif yang lebih mendalam terhadap efektivitas kinerja perpustakaan dalam melayani kebutuhan literasi masyarakat,” jelas Umuronah.

Festival Pusta Raya ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan minat baca di seluruh penjuru Kabupaten Lamongan. Dengan menyediakan ruang diskusi, pameran literasi, dan berbagai kegiatan edukatif lainnya,

“Disarpusda ingin meruntuhkan stigma bahwa perpustakaan adalah tempat yang membosankan. Sebaliknya, perpustakaan didorong untuk menjadi sahabat belajar yang inklusif bagi semua kalangan,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Lamongan optimistis bahwa melalui konsistensi dalam pembudayaan literasi, daerah akan memiliki warga yang lebih cerdas, kritis, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Langkah ini merupakan bagian integral dari visi besar pembangunan manusia yang berkarakter, guna memastikan masyarakat Lamongan siap menjawab tantangan global di masa depan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2