BERITASIBER.COM — Pasar kendaraan roda dua berbasis baterai di Tanah Air tampaknya masih memerlukan waktu lebih panjang untuk dapat diterima secara massal oleh masyarakat. PT Astra Honda Motor (AHM) mengungkapkan bahwa pertumbuhan pasar sepeda motor listrik Honda di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan lonjakan yang signifikan dan cenderung masih berjalan di tempat.
Wakil Presiden Direktur PT AHM, Thomas Wijaya, memaparkan bahwa pangsa pasar (market share) untuk lini sepeda motor listrik Honda jika dibandingkan dengan model konvensional bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine / ICE) masih tergolong sangat kecil, yakni berada di bawah angka satu persen.
Memasuki penghujung semester pertama tahun 2026 ini, volume penjualan motor listrik Honda dinilai masih stagnan dan relatif sama jika dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
“Kalau kami lihat flat, dibandingkan dengan tahun lalu,” ujar Thomas saat memberikan keterangan kepada awak media di kawasan Jakarta, belum lama ini.
Berdasarkan data resmi wholesales yang dirilis oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), total keseluruhan penjualan sepeda motor nasional sepanjang Semester I 2026 berhasil menyentuh angka 3.129.587 unit.
Dari total kue pasar nasional tersebut, dominasi pabrikan berlogo sayap mengepak masih terlampau perkasa.
Honda di Indonesia tercatat menguasai sekitar 77 persen dari total seluruh merek sepeda motor yang dipasarkan sepanjang periode Januari hingga Juni 2026. Secara rinci, AHM sukses meniagakan sekitar 2,4 juta unit dari total 3,1 juta unit nasional, atau merepresentasikan penguasaan pasar sebesar 77,42 persen. Sementara itu, sisa pangsa pasar sebesar 22,58 persen atau setara kurang lebih 700.000 unit disumbangkan oleh empat merek pabrikan kompetitor lainnya.
Meski memimpin telak di segmen motor konvensional, penetrasi pasar untuk jajaran produk elektrifikasi murni miliknya masih menghadapi tantangan psikologis dan struktural di tengah masyarakat.





