Kesehatan dan Gizi: Posyandu binaan, penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis, serta kampanye pola hidup bersih.

Ekonomi dan Kewirausahaan: pelatihan UMKM, pengembangan produk lokal, dan digitalisasi pemasaran.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lingkungan dan Pertanian: konservasi air, pertanian terpadu, pengelolaan sampah, dan penghijauan.

Keagamaan dan Sosial: penguatan ekonomi berbasis masjid dan solidaritas sosial masyarakat desa.

Wakil Rektor I Unisla, Dr. Sugeng Dwi Hartantyo, menegaskan bahwa keberhasilan program-program tersebut berawal dari sinergi antara akademisi dan masyarakat lokal.

“Pemberdayaan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan keterpaduan antara ilmu pengetahuan dan potensi lokal agar program-program yang dijalankan benar-benar memberi dampak positif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Keberhasilan Unisla dalam mengelola desa binaan juga tak lepas dari kolaborasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Lamongan dan TNI Angkatan Darat. Kerja sama ini menjadi landasan kuat untuk memperluas dampak program di masa mendatang.

Ketua Senat Akademik Unisla, Ayu Dian Ningtias, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memperluas jangkauan program KIBAR ke lebih banyak desa dan memperkuat jejaring kerja sama hingga tingkat nasional.

“Kami ingin menjadi bagian dari solusi berkelanjutan dalam isu kemiskinan. Dengan memperkuat jejaring dan memperluas desa binaan, kami optimistis peran Unisla dalam pemberdayaan masyarakat akan semakin nyata,” ujarnya.

Rakornas ini juga menjadi langkah awal dalam menyinergikan kebijakan kampus dengan kebijakan nasional melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 yang berfokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem.

Program-program seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, dan HARVEST (Holistic, Applied Research & Village Empowerment for Sustainable Transformation) menjadi bagian dari ekosistem besar yang mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis riset dan pengabdian masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Unisla siap menjadi motor penggerak perubahan sosial, membuktikan bahwa perguruan tinggi bukan hanya pusat pendidikan, tetapi juga agen pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan yang nyata di akar rumput.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2