TRENGGALEK — Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dihentikan sementara menyusul adanya dugaan keracunan yang dialami penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
SPPG Tamanan yang dikelola Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah untuk sementara tidak melakukan aktivitas produksi maupun distribusi makanan. Penghentian tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus memberikan ruang bagi proses pemeriksaan untuk mengetahui penyebab munculnya dugaan gangguan kesehatan pada penerima manfaat.
Saat ini, pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sejumlah sampel makanan. Sampel tersebut diambil dari makanan yang diterima atau dikonsumsi penerima manfaat serta dari lingkungan SPPG Tamanan.
Pemeriksaan laboratorium menjadi bagian penting dalam penelusuran kasus tersebut. Hasil uji nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian apakah makanan yang didistribusikan melalui SPPG memiliki keterkaitan dengan keluhan kesehatan yang dialami penerima manfaat.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI BGN Trenggalek, Shiella Ammanda Yanu Fadilla, mengatakan penanganan dugaan keracunan dilakukan dengan melibatkan koordinasi lintas sektor. Pihaknya juga melakukan pendataan terhadap penerima manfaat di dua sekolah yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Menurut Shiella, pendataan dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi para penerima manfaat sekaligus memastikan penanganan dapat dilakukan secara terkoordinasi.
“Pihak kami telah melakukan koordinasi lintas sektor sekaligus melakukan pendataan terhadap penerima manfaat di kedua sekolah,” kata Shiella.
Penghentian sementara aktivitas SPPG menjadi langkah pencegahan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diketahui. Dengan demikian, produksi dan distribusi makanan dari SPPG Tamanan tidak dilanjutkan terlebih dahulu sampai proses evaluasi memberikan gambaran yang lebih jelas.
Langkah tersebut juga penting untuk memastikan keamanan makanan yang akan dikonsumsi penerima manfaat. Terlebih, program MBG menyasar kelompok penerima dalam jumlah besar sehingga aspek keamanan pangan menjadi salah satu hal yang harus mendapat perhatian serius dalam setiap tahapan penyelenggaraannya.





