SIDOARJO, BeritaSiber.com — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kondisi santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (3/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan menyusul dugaan keracunan yang dialami ratusan pelajar setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026). Insiden itu tidak hanya berdampak pada santri di lingkungan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, tetapi juga dilaporkan dialami siswa dari sejumlah sekolah lain di wilayah sekitar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hidangan yang dikonsumsi para pelajar tersebut disebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Berdasarkan informasi yang disampaikan, sedikitnya 19 sekolah turut melaporkan adanya siswa yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG.

Khofifah tiba di RSI Siti Hajar sekitar pukul 09.00 WIB. Mantan Menteri Sosial itu langsung menuju ruang perawatan VVIP untuk melihat kondisi para pasien yang sebagian besar merupakan pelajar tingkat SMP dan SMA.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyapa para santri dan pelajar yang sedang menjalani perawatan. Ia juga memberikan bingkisan sebagai bentuk dukungan moral sekaligus untuk memberikan semangat kepada para pasien agar tetap optimistis menjalani proses pemulihan.

Selain berinteraksi dengan pasien, Khofifah meminta penjelasan dari tim medis mengenai kondisi terkini para korban. Ia memastikan keluhan yang dialami pasien terus dipantau dan mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan.

Menurut Khofifah, kondisi mayoritas pasien saat ini relatif baik. Keluhan utama berupa mual dan pusing yang sebelumnya dirasakan para pasien juga mulai berkurang.

“InsyaAllah kondisi mereka saat ini sudah relatif baik. Saya tanyakan ke dokter apa indikasi utamanya, yaitu mual dan pusing. Begitu saya konfirmasi ulang ke para pasien, rata-rata menyampaikan rasa mual dan pusingnya sudah tidak ada,” kata Khofifah di RSI Siti Hajar, Kamis (3/9/2026).

Khofifah menyebut sebanyak 27 santri Manba’ul Hikam sempat menjalani perawatan di RSI Siti Hajar. Dari jumlah tersebut, 24 santri telah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang pada Kamis pagi.

Sementara tiga santri lainnya masih menjalani observasi dan pemantauan medis. Mereka diharapkan dapat meninggalkan rumah sakit pada hari yang sama apabila kondisi kesehatan telah memenuhi persyaratan medis.

“Yang sudah diperbolehkan pulang tentunya karena kondisi mereka sudah dinyatakan stabil oleh tim medis,” ujar Khofifah.

Perkembangan positif juga terlihat pada pasien yang mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan lainnya. Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang menangani korban untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2